Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Memotret Dunia Dari Balik Lubang Kecil

44

Mungkin di antara Sobat Jakarta banyak yang memiliki hobi jeprat-jepret dengan menggunakan kamera digital atau kamera SLR ala fotografer professional. Sebuah hobi mengasyikan, yang bisa menghasilkan uang bila ditekuni.

Maraknya penghobi fotografi mendorong mulai bermunculannya klub fotografi di berbagai tempat. Peminatnya pun beragam dari bocah kencur hingga dewasa, bahkan para fotografer professional.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi fotografi yang menggeser keberadaan kamera analog dengan aneka kamera digital super canggih. Adalah Komunitas Lubang Jarum Indonesia yang menyebarkan virus kreatif teknik fotografi tanpa menggunakan peralatan modern.

Reporter jakartakita.com sempat berbincang-bincang dengan Widya Hermawan. Salah seorang juru bicara Komunitas Lubang Jarum Indonesia. Seperti apa bincang-bincangnya? Mari kita simak bersama.

photoforum-nz.org

Bisa diceritakan sedikit sebetulnya apa itu Kamera Lubang Jarum atau Pin hole itu?

Kamera lubang jarum itu adalah sebagai awal munculnya kamera. Kamera lubang jarum itu hampir sama dengan Kamera Obscura. Karena prinsip kerja Pinhole Camera ini adalah ruang gelap, titik atau lubang sebagai tempat keluar masuknya cahaya dan shutter kamera untuk menangkap gambar.

Siapakah penggagas KLJI Indonesia? Apakah alasan didirikannya KLJI ?

Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) ini dipopulerkan oleh Ray Bachtiar Dradjat. Beliau adalah fotografer profesional yang telah menggeluti dunia fotografi sejak lama. Alasan didirikan KLJI ini berawal dari kecintaan sesama teman-teman fotografi yang peduli akan sebuah seni proses. KLJI ini juga sebagai sarana pembelajaran fotografi tingkat dasar. Karena di KLJI ini proses cuci cetak foto pun diajarkan.

Mengenai apa yang mengilhami Ray Bachtiar Dradjat yang akrab dipanggil Kang Ray ini adalah ketika di Indonesia, pada tahun 1997, teknologi digital mulai berkembang pesat. Kang Ray yang memang sudah menggunakan kamera digital karena tuntutan pekerjaannya sebagai fotografer profesional mulai resah. Sebenarnya Kang Ray tidak anti-digital, tapi dia punya pandangan bahwa pendidikan fotografi di Indonesia sebaiknya mengetahui dasarnya terlebih dahulu.

Maka, berawal dari sukses memotret pagar depan rumah tinggal menggunakan KLJ kaleng susu 800 gram, dengan negatif kertas Chen Fu tahun 1997. Kang Ray mulai bergerilya menyebarkan virus kamera lubang jarum di berbagai kota di Indonesia.

Kiri ke kanan: Widya Hermawan, Kang Ray (founder KLJI), host

Kapankah Komunitas Lubang Jarum Indonesia didirikan?

Pada September tahun 2001, dibantu Jasmani dan Budi Rahardjo, terbitlah buku “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM” terbitan Puspaswara. Kang Ray menyebut pinhole camera dengan sebutan Kamera Lubang Jarum (KLJ) karena konsep dasar inovasinya berbeda. Ray tidak terlalu mempermasalahkan teknik, tapi mencoba menularkan rasa yang mendalam tentang konsep dasar fotografi.

Kang Ray melakukan serangkaian workshop tour di berbagai kota di Indonesia dan akhirnya Komunitas Lubang Jarum Indonesia ini resmi didirikan pada tanggal 17 Agustus 2002.

Bagaimana perkembangan KLJ / pin-hole di Indonesia dibandingkan di luar negeri?

Perkembangan pinhole di Indonesia dengan di luar negeri cukup meningkat. Karena jika ada event Pinhole Photography bisa terlihat antusiasme banyak orang. Entah itu dari kalangan pecinta fotografi maupun orang yang sama sekali belum mengerti fotografi. Karena kamera lubang jarum ini bukan hanya mewabah di Jakarta saja. Tetapi sudah hampir semua daerah di Indonesia sangat menyukai hobi tersebut.

Apalagi semenjak Komunitas Lubang Jarum Indonesia sering muncul di berbagai media baik televisi, radio maupun cetak. Animo masyarakat untuk mengetahui seperti apa cara kerja kamera lubang jarum ini semakin besar. Setiap ada jadwal workshop pasti penuh.

Event apakah yang sudah dilakukan KLJI untuk mensosialisasikan KLJ/pin-hole?

Event dari KLJI sendiri biasanya kita mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi di Indonesia. Tetapi tak jarang kita dari KLJI juga sering mendapat tawaran mengisi event bazar pameran maupun mendapat panggilan untuk mengisi materi fotografi di berbagai kesempatan.

Siapa sajakah peminat KLJI?

Peminat KLJI hampir semuanya memiliki hobi atau kecintaan akan dunia fotografi. Tetapi kalau dilihat seluruhnya, KLJI ini sangat diminati semua kalangan. Dari anak-anak sampai orang dewasa.

Pameran yang sudah diikuti atau diadakan baik tingkat nasional maupun internasional?

Untuk pameran kita sudah sering mengikuti pameran di berbagai event maupun bazar di fotografi. Seperti tahun lalu kita menggelar workshop di acara PICTFEST dan di SPEAKFEST. Pameran tahunan yang sering kita adakan mungkin pada saat ulang tahun KLJ 17 Agustus. Tetapi dalam waktu dekat kita akan mengadakan pameran besar dan menampilkan karya dari berbagai daerah di Indonesia. Mungkin sekitar bulan Maret tahun ini.

Dan untuk event Internasional, KLJI pernah diundang di Kedutaan Besar Indonesia di Ceko.

Apakah harapan untuk perkembangan KLJ di Indonesia?

Harapan untuk perkembangan kamera lubang jarum ini mungkin lebih ditingkatkan lagi antusiasme orang akan sebuah seni proses. Karena zaman sekarang, dunia digital sudah mewabah di kalangan anak muda. Mungkin sebagian anak muda akan lebih senang memilih Digital karena lebih mudah dan praktis ketimbang proses Analog atau cuci cetak foto sendiri yang bagi sebagian orang sangat sulit dimengerti.

Bisa ceritakan sedikit bagaimana cara membuat Kamera Lubang Jarum!

Cara membuat kamera lubang jarum itu sangat mudah. Kita bisa memakai media kardus maupun kaleng rokok bekas. Tetapi sering kali kita memakai media kaleng rokok bekas sebagi media kamera.

Mula-mula, kaleng rokok itu kita lubangi terlebih dahulu dengan paku, mur atau bor listrik. Lalu kaleng rokok itu kita pilox hitam doft. Gunanya untuk menyerap cahaya yang masuk dari lubang.

Setelah kaleng rokok itu dipilox, langkah selanjutnya kita membuat lensa. Lensa kamera lubang jarum ini bisa dari alumunium foil atau potongan dari kaleng softdrink. Karena alumunium foil terlalu tipis, mungkin kita memilih potongan kaleng softdrik saja untuk dijadikan lensa.

Setelah potongan kaleng softdrik itu kita potong, langkah selanjutnya adalah mengamplas potongan kaleng softdrink ini sampai tipis. gunanya agar mudah kita lubangi dengan jarum. Setelah terasa halus, maka potongan kaleng softdrink tadi kita lubangi dengan jarum. setelah selesai, potongan kaleng softdrink tadi, kita tempelkan dengan lakban hitam pada lubang di kaleng rokok tadi. Setelah menempel, kita membuat shutter dengan lakban hitam untuk menutupi lubang di potongan kaleng softdrink tadi.

Demikianlah wawancara reporter jakartakita.com dengan Widya Hermawan. Jadi apakah Sobat Jakarta tertarik untuk membuat kamera lubang jarum sendiri? Komunitas Lubang Jarum Indonesia sering mengadakan workshop loh. (Risma)

Komunitas Lubang Jarum Indonesia

Jl. Pariaman No. 11, Pasar Rumput, Manggarai,

Jakarta Selatan 12970. Phone: (+6221) 8303688

kljindonesia@yahoo.com

1 Comment
  1. Rumah Kayu says

    Kerennnn.. Nuansa seninya lebih berasa. Nice post!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: