Pelaksanaan Pembatasan BBM Bersubsidi

Jakartakita.com : Rencananya, pemerintah akan membatasi pemakaian BBM bersubsidi untuk mobil pelat hitam dengan kapasitas silinder mesin tertentu, yakni 1.500 cc ke atas. Jadi pengguna mobil berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah masih boleh pakai BBM bersubsidi. Langkah ini dilakukan untuk menghemat pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi.

Pembatasan BBM bersubsidi per 1 Mei nanti bisa menghemat konsumsi BBM sekitar 2 juta kilo liter (kl). Sehingga, konsumsi BBM subsidi tahun ini bisa ditekan menjadi 45 juta kl.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memastikan akan menggunakan mekanisme manual dengan penempelan stiker elektronik dalam program pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.  Pihak BPH Migas juga akan berkoordinasi dengan Kepolisian dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memasang stiker tersebut. Pada tahap pertama, stiker akan dipasang pada mobil dinas pemerintah, baik milik kementerian/lembaga, ataupun milik BUMN. Pemerintah juga akan terus melakukan sosialisasi kepada pengguna BBM dan petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 400 miliar untuk program pembatasan BBM bersubsidi di wilayah Jabodetabek. Anggaran ini akan digunakan untuk sosialisasi, pemasangan stiker dan pengawasan. Rencananya, pengawasan ini akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan beberapa aparat yang bersiaga di titik-titik SPBU tertentu.

Seperti diketahui, pemerintah berencana melakukan pembatasan BBM subsidi mulai awal Mei mendatang, berbarengan dengan pencanangan program penghematan energi nasional. (Risma)

Comments

comments




0 thoughts on “Pelaksanaan Pembatasan BBM Bersubsidi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like...

Cari



Follow Us

Lowongan Kerja Jakarta


Kolom Expert – Ekonomi

DR. Agus Tony Poputra
Pengamat Ekonomi - Universitas Sam Ratulangi Manado.

Kolom Expert – Properti

Jakarta News Wire