12:22 pm - Tuesday 23 September 2014
Advertisement

Foke Terlalu ‘One Man Show’

Photo Gallery1 PhotoBy Rio Yotto - Fri Jul 13, 3:18 pm

jakartakita.com: Keunggulan Jokowi-Ahok atas Foke-Nara pada Pemilukada DKI mengejutkan banyak pihak. Menurut Muhammad Farid, Direktur Riset Indonesia Media Monitoring Centre (IMMC), lembaga yang secara reguler memantau dinamika pemberitaan Pemilukada DKI, kekalahan Foke tak lepas dari soal lemahnya mesin partai.

“Foke terlihat sangat mengandalkan konsep ‘one man show’. Entah karena sangat percaya diri atau karena mesin partai dianggap tidak bisa berjalan. Tidak masalah jika Foke ingin secara agresif menonjolkan sosoknya. Tapi bagaimanapun, mesin partai tetap dibutuhkan sebagai penyokong. Dalam kasus Foke, saya lihat mesin parpol pendukungnya sangat lemah. Saya tidak tahu apa penyebab lemahnya kinerja partai ini. Bisa terkait dengan soliditas atau memang kinerjanya yang buruk,” jelas Farid.

Sebaliknya dengan Jokowi. Menurut Farid, mesin PDIP dan Gerindra terlihat sangat aktif menyokong figur Jokowi. Bahkan, sokongan itu bukan hanya diberikan di lapangan, tapi juga di tingkat publikasi. Iklan Prabowo Subianto yang cukup massif, yang mempromosikan figur Jokowi, menurut Farid, salah satu bukti nyata keseriusan mesin partai menunjang poularitas dan elektabiltas calonnya.

Selain soal mesin partai, Farid menilai bahwa isu penyelewengan DPT menjadi salah satu faktor negatif terhadap citra Foke. Harus diakui, isu DPT ini cukup santer membentuk bola salju isu negatif di media massa. Publik menangkap isu itu sebagai sebuah tindakan manipulatif yang dilakukan oleh salah satu kandidat, untuk kepentingan pemenangannya.

“Ini yang terbentuk di publik seperti itu. Dan walaupun tuduhan dan gugatan tidak mengarah pada Foke, tapi KPUD selaku institusi penyelenggara. Tapi, secara implisit opini publik menafsirkannya sebagai tindakan manipulatif yang dirancang oleh calon petahana yaitu Foke. Isu DPT, harus diakui memberikan saham negatif terhadap citra Foke. Kondisi ini justru menguntungkan bagi calon yang lain. Termasuk Jokowi.

Farid menjelaskan bahwa kelahan Foke atas Jokowi di Putaran 1 ini bisa dilihat multiperspektif dan multitafsir. Tapi yang jelas, kondisi ini harus direpon dengan sikap terbuka dan konstruktif oleh Foke sendiri. Foke harus melakukan evaluasi besar-besar terhadap gerbong Tim Suksesnya.

IMMC Jakarta

-RY

Related Posts

Zemantawindow._wp_rp_callback_widget_exists ? window._wp_rp_callback_widget_exists() : false;

Photo Gallery

Follow Jakartakita.Com - Jakarta Kita on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS



Leave a Reply


3 + 5 =

Rio Yotto