Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Indonesia waspadai virus korona

46

Jakartakita.Com: Calon jamaah haji Indonesia diminta bersikap waspada terhadap kemungkinan penyebaran virus korona menyusul kematian warga Arab Saudi yang diyakini akibat virus mirip SARS tersebut.

“Tentu saja semua pihak (harus) mewaspadai,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, kepada wartawan BBC Indonesia Heyder Affan, Rabu (26/09) siang.

Kementerian Kesehatan Indonesia, menurutnya, terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi, agar “mereka mempersiapkan diri sesuai prosedur dari waktu ke waktu”.

Ditanya apakah Indonesia telah menyiapkan opsi membatasi perjalanan haji ke Arab Saudi apabila virus ini mulai menyebar, Tjandra Aditama mengatakan: “WHO sudah mengeluarkan (pengumumam) bahwa sampai hari ini tidak ada travel restriction dalam bentuk apapun juga ke berbagai bentuk belahan manapun juga”.

“Jadi kita sampai hari ini tidak ada pembatasan apapun untuk perjalanan apapun (termasuk naik haji),” tandas Tjandra Yoga.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi, ungkap Tjandra Yoga, meminta calon jamaah Indonesia “tidak perlu khawatir berlebihan”.

“Mereka juga menyatakan bahwa pada saat musim haji ini masyarakat diminta melakukan pencegahan seperlunya, meningkatkan personal hygiene, kebersihan tangan dan menggunakan masker pada kawasan yang padat”.

WHO terus memantau

WHO sejauh ini mengatakan tidak ada alasan untuk menerapkan larangan bepergian ke Timur Tengah karena belum ada kasus baru yang muncul.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terus memantau virus pernafasan mirip SARS yang diyakini menjadi penyebab kematian seorang pasien di Arab Saudi.

Virus yang dikenal dengan nama virus korona ini diyakini pula menyebabkan seorang pria berkebangsaan Qatar dalam kondisi kritis di London, Inggris.

WHO meminta dunia tetap tenang sambil menunggu para ahli menyelidiki virus tersebut termasuk pola penyebaran dan tingkat bahaya.

Seiring dengan datangnya musim haji di Arab Saudi bulan depan, WHO mengatakan mereka tetap siaga akan segala kemungkinan.

Sebelumnya, sejumlah wabah penyakit menyebar pada musim haji termasuk flu, meningitis dan polio.

Menurut Tjandra Yoga, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan bahwa kasus ini “sangat jarang”.

WHO sejauh ini mengatakan tidak ada alasan untuk menerapkan larangan bepergian ke Timur Tengah karena belum ada kasus baru yang muncul dan pola penyebaran juga masih belum jelas.

Belum ada penularan baru

WHO sejauh ini masih meneliti apakah penyebaran virus ini sama cepatnya dengan SARS.

“WHO sampai hari ini menyatakan, kasus ini tak ada tambahan baru. Dan sampai hari ini tidak ada satu orang petugas kesehatan pun yang tertular sakit. Artinya virus corona ini tidak terbukti menular antar manusia.” Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Aditama.

Virus SARS ditularkan pada manusia oleh musang di Cina dan terbawa ke 30 negara. Pusat penyebaran saat itu berada di Hong Kong.

Sejumlah ahli kesehatan lain juga mengatakan meski saat ini tingkat bahaya virus belum diketahui, kewaspadaan harus tetap ada.

“WHO sampai hari ini menyatakan, kasus ini tak ada tambahan baru (yang tertular karena virus korona), hanya dua orang itu saja,” ungkapnya.

Semua petugas kesehatan yang menangani ke dua kasus, lanjut Tjandra, juga dilakukan pengamatan mendalam. “Dan sampai hari ini tidak ada satu orang petugas kesehatan pun yang tertular sakit”.

“Artinya, sejauh data sampai hari ini, virus corona ini tidak terbukti menular antar manusia,” katanya lebih lanjut.

Namun demikian, Tjandra menandaskan, Kemenkes telah menyebarkan informasi ke seluruh kantor kesehatan pelabuhan “untuk mewaspadai keadaan yang ada”.

Pihaknya juga terus berkoordinasi setiap hari dengan WHO di Jenewa, Swiss untuk melihat perkembangan terbaru terkait virus korona

RY – Jakartakita.Com/BBCIndonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: