Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

MU tantang Chelsea di Stamford Bridge

33

Jakartakita.Com: Para pemain Chelsea diminta segera berbenah jelang laga melawan Manchester United pada Minggu (28/10) nanti, menyusul kekalahan dari Shakhtar Donetz 1-2 dalam laga penyisihan Liga Champions, Selasa lalu.

Dalam pertandingan di Stadion Donbass Arena, Ukraina, Chelsea gagal menekan klub Shakhtar yang tampil lebih agresif dalam tempo tinggi.

Saat itu, Shakhtar sudah unggul 1-0 di menit ketiga melalui tendangan Alex Teixeira, akibat kelemahan sektor pertahanan The Blues yang dikomandoi John Terry dan David Luiz.

Gol kedua klub asal Ukraina itu terjadi di menit 52, setelah ujung tombaknya Fernandinho mengecoh kiper Peter Cech.

Koordinasi serangan yang dibangun Juan Matta dan kawan-kawan berhasil diredam para pemain Sakhtar, apalagi setelah Frank Lampard ditarik ke luar lapangan akibat cedera.

Kekalahan inilah yang dikhawatirkan akan mempengaruhi penampilan Chelsea saat menjamu Machester United di Stamford Bridge, hari Minggu nanti.

Kiper Chelsea Peter Cech, yang berulangkali melakukan penyelamatan dari gempuran pemain Sakhtar, dan gelandang John Obi Mikel meminta rekan-rekannya dapat belajar dari kekalahan tersebut.

“Kami harus belajar dari kekalahan itu,” kata Cech. “Kami juga harus tampi lebih baik saat melawan MU.”

Cech juga menyebut gaya permainan MU mirip Shaktar, yaitu mengandalkan serangan balik. “MU adalah tim yang mampu menerapkan serangan balik secara baik, melalui sosok Nani, Wayne Rooney dan Robin van Persie”.

Berusaha bangkit

“Kami harus segera memperbaiki penampilan kami, dan ini harus kami perlihatkan saat bertemu MU.”

Gelandang Chelsea, Jon Obi Mikel.

Sementara, pemain tengah John Obi Mikel mengatakan, laga melawan MU merupakan waktu yang tepat untuk bangkit kembali.

“Kami harus segera memperbaiki penampilan kami, dan ini harus kami perlihatkan saat bertemu MU,” kata Obi Mikel, seperti dilaporkan kantor berita AP.

Seruan untuk bangkit juga diutarakan bek kanan asal Serbia, Branislav Ivanovic.

“Masalah terbesar saat Chelsea menghadapi Shaktar terletak pada ketidakmampuan kita untuk konsentrasi penuh. Nah, menghadapi MU, kami harus fokus selama 90 menit, “kata Ivanovic, dalam wawancara dengan situs resmi Chelsea.

Walaupun relatif diunggulkan karena bermain di kandang sendiri, The Blues sedikit menghadapi kendala karena kemungkinan tidak akan diperkuat Frank Lampard yang masih cedera.

Kapten dan bek tengah John Terry juga dipastikan tidak dapat tampil karena masih menjalani sanksi hukuman dalam kasus rasisme.

Berkat rotasi

Rotasi pemain dianggap akan menjadi senjata ampuh saat MU menghadapi Chelsea.

Secara terpisah, pemain MU Jonny Evans meyakini rekan-rekannya akan mampu berbuat banyak saat menghadapi The Blues.

Hal ini dia tekankan, karena para pemain MU jauh lebih segar secara fisik dan mental.

Seperti diketahui, sejumlah pemain inti MU tidak dimainkan saat mengalahkan Braga 3-2 dalam lanjutan Liga Champions, dua hari lalu

“Rotasi pemain yang dilakukan manajer sudah benar,” kata Evans kepada MUTV.

Sebaliknya, kata Evans, Chelsea selalu menampilkan pemain intinya dalam hampir setiap laganya, termasuk saat menghadapi Shakhtar.

Walaupun demikian, manajer MU Alex Ferguson mengatakan, Chelsea merupakan lawan yang tangguh, apalagi laga nanti digelar di kandangnya.

“Kami selalu kesulitan berlaga di sana (Stamford Bridge),” kata Ferguson. “Kami belum menang di sana dalam beberapa tahun terakhir”.

Rio Yotto – Jakartakita.com/bbcindonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: