Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Umami, Cara Ajinomoto Menggarap Pasar

48

Ajinomoto

Jakartakita.com – Tak dipungkiri lagi, di era branding generasi ketiga saat ini, program CSR (corporate social responsibility) merupakan salah satu bagian penting dalam upaya membangun atau memperkuat brand awareness. Tak heran banyak perusahaan melakukan kegiatan CSR dan disesuaikan dengan bidang industri yang digelutinya. Seperti yang dilakukan PT Ajinomoto Indonesia lewat program ‘Exploring The Wonders of Umami’.

Taro Komura, President Director PT Ajinomoto Sales Indonesia – HO mengungkapkan, ‘Exploring The Wonder of Umami’ adalah program yang digagas oleh PT Ajinomoto Indonesia khusus untuk mahasiswa jurusan Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Menurutnya, hal yang melatarbelakangi program ini adalah fenomena berkembang pesatnya restoran yang menyajikan makanan Jepang di Indonesia, yang memang terkenal sehat karena mengandung banyak sayur dan tidak banyak menggunakan minyak serta lemak. Padahal, rahasia kelezatan dan image sehatnya makanan Jepang tak lain berasal dari digunakannya Dashi dan Umami, yang merupakan rasa dasar ke-5 (selain rasa manis, asin, pahit, dan asam).

Ia pun menjelaskan, dalam kosa kata Bahasa Indonesia, Umami lebih dikenal dengan sebutan Gurih, yang secara spesifik berasal dari komponen protein inosinat, guanilat dan asam amino glutamate yang banyak terkandung di bahan-bahan seperti terasi, tomat, tempe, susu, daging, ikan, keju dan jamur.

“Berdasarkan fakta inilah, Ajinomoto yang merupakan penghasil bumbu sumber rasa Umami terbesar di dunia, menggandeng STP Bandung untuk bersama-sama memberikan kesempatan belajar lebih dalam tentang makanan Jepang yang otentik, berkat Dashi dan Umami,” jelas Taro Komura kepada para wartawan yang ikut hadir di acara Ajinomoto Media Gathering  – Exploring The Wonders of Umami yang berlangsung di STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung pada tanggal 11-12 Januari 2013 lalu.

Lebih lanjut M. Fachrurozy, Manager Public Relation PT Ajinomoto Indonesia menjelaskan, program ini adalah program pengajaran selama satu tahun, dengan total pertemuan sebanyak 10 kali yang menjelaskan lebih dalam tentang makna dan peran Umami dalam dunia kuliner Jepang. Dalam program ini, PT Ajinomoto mendatangkan chef-chef professional dan ilmuwan dari beberapa negara seperti Jepang, Australia dan Indonesia.

Ia menuturkan, program ini berlangsung dalam dua semester, yang dimulai sejak tanggal 6 Oktober 2012 lalu dengan diikuti oleh 100 mahasiswa tingkat I dan II jurusan Tata Boga STP Bandung. Rencananya, semester ke-2 akan dimulai di akhir Februari 2013, dengan tema pengajaran : ‘Umami Present in World & Indonesian Cuisine’.

“Nantinya, diakhir program, 5 mahasiswa dengan nilai tertinggi akan mendapatkan beasiswa dari PT Ajinomoto Indonesia,” kata Fachrurozy. Taro Komura menambahkan, kedepannya, ia berharap program ini dapat terus berlangsung di sekolah-sekolah kuliner lainnya di Indonesia untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang makanan Jepang yang otentik, yang kuncinya adalah Dashi dan Unami.

Sebagai informasi, PT Ajinomoto Indonesia yang berdiri sejak tahun 1969 lalu di Jakarta, memiliki produk utama penyedap rasa dengan merek Ajinomoto yang dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia.

Dipasaran, Grup Ajinomoto Indonesia juga terkenal dengan berbagai merek produk bumbu lainnya, diantaranya; Masako bumbu kaldu penyedap, Sajiku bumbu praktis siap saji, SAORI bumbu masakan Asia, CALPICO minuman susu permentasi dan Birdy kopi susu.

PT Ajinomoto Indonesia memiliki pabrik di Mojokerto, Jawa Timur yang didirikan pada tahun 1970. Namun seiring berkembangnya perusahaan dan meningkatnya permintaan pasar dibangun pabrik baru di Cikarang, Bekasi pada tahun 2012 lalu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: