Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Ingin Hamil? Pastikan Anda Tidak Anemia

16

pregnantJakartakita.com: Wanita lebih beresiko mengalami anemia atau kurang darah dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan siklus menstruasi yang terjadi pada wanita setiap bulannya. Jika anemia pada wanita sebelum hamil dibiarkan, tidak menutup kemungkinan kehamilan mereka nantinya akan lebih beresiko. Studi terkini menduga adanya kaitan antara anemia sebelum kehamilan dengan meningkatnya resiko keguguran, kelahiran prematur, perdarahan pasca-melahirkan, bayi lahir dengan berat rendah, hingga kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan.

Asupan zat besi dan asam folat pada wanita yang belum hamil, terutama di negara-negara berkembang, dianjurkan untuk memerangi anemia sebelum masuk masa kehamilan. Sehingga saat Ibu masuk periode kehamilan, persediaan zat besi dalam tubuh telah cukup dan dapat mencegah kecacatan pada janin, risiko berat lahir yang rendah selain anemia itu sendiri.

Sebelum hamil, Anda dapat mulai mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi seperti daging merah, hati, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Asupan vitamin C yang cukup akan membuat penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih baik. Kurangi konsumsi kopi dan the yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

Atau bisa juga mengkonsumsi sangobion kapsul  yang mengandung vitamin dan mineral pembentuk sel darah merah (zat besi, mangan, copper, vitamin B12), asam folat yang baik untuk masa kehamilan, vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh, dan sorbitol yang mengurangi susah BAB yang umumnya timbul dalam zat besi.

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan, ada baiknya segera membekali diri dengan asupan nutrisi yang kaya dengan zat besi dan mengkonsumsi sangobion kapsul agar janin dapat tumbuh dan berkembang optimal. Hal ini jauh lebih efektif dibanding mengatasi anemia saat sudah hamil. (Risma)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: