Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Bedah Lubang Kunci, Harapan Baru Penderita Stroke

53

imagesJakartakita.com – Penderita kelainan syaraf otak seperti tumor otak ataupun stroke di Indonesia memiliki harapan baru untuk proses penyembuhan penyakitnya. Hal itu dapat dilakukan dengan operasi lubang kunci (keyhole surgery). Operasi lubang kunci dilakukan melalui alis mata pasien. Tindakan ini dikenal sebagai tindakan bedah yang sangat efektif, lebih canggih, lebih aman dan tidak meninggalkan bekas luka.

“Prosedur tindakan bedah lubang kunci melalui alis ini sangat membantu pasien karena di samping sayatan minimal, waktu yang dibutuhkan sangat cepat sehingga pasien tidak perlu lama di rumah sakit,” ujar Spesialis Bedah Syaraf RS Mitra Keluarga Surabaya, dr Asra Al Fauzi, usai menjadi pembicara dalam “Symposium on Cerebrovascular Disease; Enhancing Neuroendovascular Management in Indonesia,” di Yogyakarta.

Symposium Internasional yang diselenggarakan Kelompok Spesialis Bedah Syaraf Yogyakarta, bekerja sama dengan SMF Bedah Syaraf RSUP dr Sardjito, RSPAU ‘Hardjo Lukito’ Yogyakarta, RST ‘Dr Soedjono’ Magelang serta didukung oleh Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta, itu berlangsung selama 2 hari dengan narasumber dari dalam dan luar negeri, antara lain 7 orang Dokter Spesialis Syaraf dari Cina.

Sebagaimana pemahaman publik selama ini, penyakit akibat kelainan syaraf seperti tumor otak, stroke, dimaknai sebagai jenis penyakit sangat menakutkan dan fatal. Di samping penanganannya harus sangat serius, tindakan operasi yang akan dilakukan terhadap pasien adalah sebuah operasi besar dan menyeramkan. Oleh karena itu, inovasi pembedahan dengan resiko terkecil dan tingkat keberhasilan yang lebih baik menjadi amat penting.Salah satu inovasi dalam penanganan kasus seperti ini adalah dengan minimally invasive neurosurgery dengan inovasi bedah lubang kunci yang dipelopori oleh dr Azra Al Fauzi dari Tim Brain and Spine Center (BSC) RS Mitra Keluarga Surabaya.Inovasi bedah lubang kunci ini di Indonesia masih langka.

Dijelaskan dr Asra, operasi atau bedah lubang kunci dilakukan dengan membuat tiga lubang di alis dan langsung memasukkan alat mikro agar tim medis bisa melihat sejumlah syaraf yang mengalami kelainan. Inovasi bedah ini sangat jauh berbeda dengan pembedahan konvensional yang biasanya dilakukan melalui pembedahan tempurung kepala.

Dari sisi kecepatan operasi, lanjutnya, jika operasi konvensional mencapai waktu 4 sampai 5 jam, operasi lubang kunci ini hanya membutuhkan waktu dua jam saja. Hal ini tentunya akan sangat membantu pasien dan keluarganya, karena pasien bisa lebih cepat pulang. Lebih lanjut dikatakan, operasi ini sejak tiga tahun terakhir sudah bisa dilakukan di dalam negeri, yakni di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya.

“Prosedur tindakan dengan bedah lubang kunci ini lebih ringan dan  lebih acceptable bagi pasien. Oleh karena itu kita sarankan kepada pasien untuk pakai metode ini. Apalagi bedah ini sudah  bisa dilakukan di Indonesia,” tandasnya.

Kelebihan tindakan bedah lubang kunci ini terdapat pada masa pasca operasi. Karena sayatan yang dilakukan kecil, maka proses penyembuhan pasien lebih cepat. Di samping itu resiko infeksi pasca operasi juga sangat minimal dan secara kosmetika lebih baik jika dibandingkan dengan operasi konvensional.

Lebih jauh dikatakan, meskipun model tindakan operasi ini sudah dikenal selama sepuluh tahun di luar negeri, namun belum banyak dokter di Indonesia yang menerapkan operasi efektif ini. Hal ini dikarenakan selain memerlukan keahlian khusus, diperlukan pula peralatan yang khusus pula. Bahkan metode ini di Asia Tenggara juga belum ada yang melakukan. Di Negara-negara Asia yang sudah melakukan operasi dengan metode ini di antaranya di Cina, Korea Selatan dan India.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: