Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Anemia Tidak Sama dengan Darah Rendah

31

women anemiaJakartakita.com: Banyak orang yang beranggapan anemia itu sama dengan tekanan darah rendah. Meskipun gejala yang timbul hampir mirip, tapi dua kondisi ini sebenarnya berbeda. Berikut adalah perbedaan anemia dengan tekanan darah rendah.

Anemia
Anemia atau sering disebut kurang darah adalah suatu kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah kurang dari normal akibat defisiensi zat besi. Hemoglobin  adalah sejenis protein yang memberi warna merah pada darah manusia. Hemoglobin juga bertugas membawa oksigen ke seluruh sel tubuh. Oleh karena itu, bila kadar hemoglobin dalam tubuh Anda kurang, distribusi oksigen dalam tubuh juga terganggu. Akibatnya Anda akan mengalami gejala-gejala anemia seperti kulit pucat, tubuh lemas, sakit kepala, sesak nafas, pusing, serta jantung yang berdetak kencang.

Dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, vitamin C, Sangobion Kapsul dan memberi jarak konsumsi teh/kopi setelah mengkonsumsi suplemen zat besi dapat mengatasi anemia.

Jika anemia pada ibu hamil dibiarkan maka akan berakibat fatal, baik pada ibu maupun janinnya. Risiko yang terjadi antara lain keguguran, kelahiran prematur, perdarahan pasca-melahirkan, bayi lahir dengan berat rendah, hingga kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan. Anemia pada bayi dan anak dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah normal adalah jika memiliki sistolik (batas atas saat jantung kerja) 120 mmHg dan diastolik (batas bawah saat jantung istirahat) 80 mmHg atau sering disebut 120/80 mmHg. Orang dikatakan mengalami tekanan darah rendah jika tekanan sistolik kurang dari 90 mmHg atau nilai tekanan diastolik kurang dari 60 mmHg. Penyebabnya salah satunya adalah karena dehidrasi hingga gangguan pada sinyal otak yang mengatur tentang pemompaan darah. Anemia juga bisa menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.

Gejala yang timbul dari tekanan darah rendah memang agak mirip dengan anemia yaitu: keliyengan, kurangnya konsentrasi, penglihatan kabur, mual, kulit pucat, napas pendek dan cepat, kelelahan, depresi dan timbulnya rasa haus. (Risma)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: