Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Tips Lancar Menyusui Saat Berpuasa

22

doc: thedailygreen.com
doc: thedailygreen.com

Jakartakita.com: Bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, bulan terbaik dimana berkah dan rahmat senantiasa tercurah dari Yang Maha Kuasa. Di bulan puasa ini seluruh umat muslim di dunia wajib melakukan ibadah puasa selama 30 hari. Menahan segala bentuk makan, minum, dan hawa nafsu dari mulai imsyak hingga waktunya berbuka di petang hari. Namun ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Kepada mereka, diperbolehkan untuk membatalkan puasanya dengan keharusan menggantinya di hari lain baik disertai membayar fidyah maupun tidak.

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin tetap berpuasa tanpa mengganggu kelancaran ASI. Berikut adalah sejumlah tips yang harus dilakukan:

·         Memperbanyak konsumsi cairan. Saat berpuasa, cairan berkurang sebanyak 2-3 persen dalam tubuh. Tubuh menyesuaikan diri dengan mengurangi keringat dan produksi urine. Berbuka dengan minuman manis dan hangat akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

·         Nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Saat sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak terasa lemas dan cepat lapar. Teh manis hangat, susu hangat, kurma, kolak bisa menjadi pilihan menu pembuka saat berbuka puasa.

·         Istirahat yang Cukup. Pada saat bayi menyusui, saraf di permukaan payudara memberikan rangsangan ke kelenjar pada otak untuk memproduksi dua hormon yang memicu produksi ASI. Dua hormon ini adalah prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin memerintah sel-sel dalam payudara untuk memproduksi ASI. Hormon oksitosin menyebabkan otot-otot payudara berkontraksi, dan memompa ASI keluar dari puting. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa jumlah ASI akan terus bertambah sepanjang bayi tetap menyusui. Efeknya, ibu yang berpuasa akan lemas setelah menyusui. Beristirahat sejenak akan mengembalikan energi pada ibu. Sugesti positif  bahwa ASI akan tetap lancar selama berpuasa juga berpengaruh besar pada produksi ASI.

·         Waktu memompa ASI. Bagi Anda ibu bekerja yang terbiasa memompa ASI di kantor untuk ‘tabungan’ ASIP. Pilihlah waktu pagi dan sore hari untuk mengurangi resiko kehausan. Pagi, karena masih dekat dengan waktu sahur. Sore hari, karena waktu berbuka puasa sebentar lagi.

·         Suplemen tambahan. Kalau perlu konsumsi Sangobion Kapsul untuk mencukup kebutuhan zat besi.

Namun, dianjurkan bagi ibu yang menyusui bayi 0-6 bulan untuk menunda berpuasa di bulan Ramadhan karena bayi usia 0-6 bulan memerlukan ASI eksklusif dan tidak memiliki asupan lain. (Risma)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: