Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Awal Mei, Monas Dibersihkan Perusahaan Jerman

38
dok: wikipedia
dok: wikipedia

Jakartakita.com: Cawan dan puncak Monumen Nasional (Monas) sementara akan ditutup untuk umum, terkait kegiatan pembersihan pada tanggal 5 sampai 8 Mei 2014. Kepala Unit Pelaksana (UP) Monas Rini Haryani mengatakan, selama dibersihkan, selain cawan dan puncak Monas, area wisata lain tetap dibuka untuk umum.

Pengunjung Monas pada tanggal tersebut masih bisa mengunjungi area ruang proklamasi dan diorama di lantai dasar ataupun berpiknik di taman Monas sambil melihat-lihat rusa yang dipelihara di sana.

Pembersihan tugu Monas setinggi 132 meter karya arsitek Frederich Silaban dan RM Soedarsono, ini juga bisa  menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Karena pengunjung bisa menyaksikan 20 tenaga ahli dan teknisi dari Kaercher yang akan memanjat tugu dan membersihkan badan Monas.

Seperti diberitakan, Monas akan dibersihkan oleh tim dari oleh perusahaan peralatan teknologi pembersih asal Jerman, Kaercher. Berdasarkan informasi, sejak Monas didirikan tahun 1961, tugu Monas baru dibersihkan pertama kali pada tahun 1992. Pembersihan pada tahun ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Kaercher.

Rencana pembersihan Monas yang melibatkan tenaga asing dari Jerman ini sempat menuai protes dari ARAI (Asosiasi Rope Access Indonesia) dan Apklindo (Asosiasi Pengusaha Klining Service Indonesia). ARAI dan Aplikindo menuding Ahok tidak nasionalis, karena lebih memilih perusahaan asing asal Jerman, Kaercher, sebagai pihak yang ditunjuk untuk membersihkan Tugu Monumen Nasional (Monas).

Menurut pihak ARAI dan Apklindo, mereka sebenarnya telah berkeinginan untuk membersihkan Monas sejak 2010 dalam bentuk CSR. Namun hingga Maret 2014, niat tersebut tak kunjung terealisasi lantaran birokrasi yang rumit di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sampai akhirnya, mereka  mengetahui kalau Pemprov DKI telah menunjuk Kaercher untuk membersihkan monumen yang dibangun pada 1961 itu.

Menanggapi protes yang menuding Ahok tidak nasionalis. Ahok menanggapi, bahwa keputusannya menggandeng Kaercher karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan pembersih yang telah membersihkan lebih dari 80 monumen terkenal di dunia, seperti Basilika Santo Petrus di Vatikan (1998), Gunung Rushmore di Amerika Serikat (2005), dan London Eye di Inggris (2013). (Risma)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: