Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Berburu Batu Mulia Di Rawa Bening

60
dok: Charmsoflight
dok: Charmsoflight

Jakartakita.com: Bagi Anda para penggemar batu mulia, nama Pasar Rawa Bening di Jatinegara Jakarta Timur pasti sudah tidak asing lagi. Sejak berdiri tahun 1974, pasar ini menjadi pusat perdagangan batu mulia (gemstones). Pasar yang semula berkonsep pasar tradisional ini, berada di depan Stasiun Jatinegara Jakarta Timur. Awalnya hanya ada 20 pedagang batu mulia yang berjualan di lahan parkir.Hingga kemudian area pasar tradisional tersebut dipenuhi oleh para pedagang batu mulia. Tahun 2010 Pasar Batu Aji Rawa Bening berubah nama menjadi Jakarta Gems Center.

Jakarta Gems Center adalah surga bagi para pecinta batu mulia, sebuah mall berlantai 4 penuh dengan dagangan batu cantik berkualitas. Terkenal sebagai pasar Batu Mulia terbesar di asia tenggara, tempat ini memanjakan para kolektor batu mulia dengan ratusan jenis batu mulia lokal dan mancanegara. Ada ribuan pedagang batu mulia yang mencari peruntungan di tempat ini. Harga batu di tempat ini bervariasi mulai dari batu akik 20 ribuan sampai batu safir ratusan juta rupiah. Dan tentu saja semuanya masih bisa ditawar layaknya bertransaksi di pasar.

Berbelanja di Jakarta Gems Center, seperti berpetualang ke berbagai daerah penghasil batu mulia. Karena disini Anda juga bisa menemukan batu yang sangat langka dan jarang ditemui di tempat lain. Selain aneka batu mulia, di pusat penjualan batu mulia Indonesia ini juga dijual aneka benda bertuah, seperti; keris, akar-akaran, hingga fosil yang telah berumur hingga ratusan

Selain berbelanja pengunjung juga dapat berwisata keliling pasar, dari mulai melihat pemotongan batu akik, pembentukan batu aji, hingga penggosokan agar batu lebih bercahaya. Di sini pengunjung tidak perlu takut tertipu keaslian batu karena ada laboratorium sertifikasi untuk pengujiannya.

Untuk mengetahui keaslian batu mulia, bisa menggunakan lensa khusus. Mereka yang sudah tahu, mampu melihat serat sempurna yang hanya dimiliki oleh batu mulia asli. Atau, bisa juga melihatnya dengan cara penyinaran. Meski motif dalam batu asli lebih keruh, namun dibanding batu buatan, kilauan batu asli lebih besar. (Risma)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: