Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Rupiah Kuat Setelah APBN-P 2015 Disepakati DPR

21

download (1)

Jakartakita.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tajam. Saat ini, dolar AS sudah mendekati level Rp 12.900. Mengutip data Reuters, Selasa (16/12), dolar AS berada di posisi Rp 12.890. Menguat cukup tajam dibandingkan penutupan pasar kemarin yaitu di Rp 12.705.

Riset First Asia Capital menyebutkan, keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia telah memperburuk kinerja rupiah terhadap dolar AS sepanjang Desember ini. Merujuk pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah terhadap dolar AS sepanjang bulan ini telah anjlok 3,3%.

“Kondisi ini tentunya bisa memperburuk kinerja perekonomian nasional, terutama emiten sektoral. Apalagi yang memiliki utang valas besar dan ketergantungan tinggi atas bahan baku impor,” sebut riset itu.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) akan menguat ketika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara- Perubahan (APBN-P) 2015 sudah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Kita bisa menggolkan APBN-P yang dengan postur jauh lebih baik, ini akan punya sinyal sendiri ke market,” kata Bambang.

Dia juga mengatakan, dengan postur APBN-P 2015, maka pemerintah akan lebih leluasa dalam mengembangkan berbagai proyek infrastruktur yang memang saat ini sedang digenjot oleh pemerintah. Sebab, dana infrastruktur akan lebih banyak karena dana subsidi enegi telah dikurangi.

Menurutnya, penguatan dollar AS saat ini lebih disebabkan para investor yang bermain di pasar uang sudah memperkirakan pelemahan rupiah akan terjadi, seiring rencana Bank Sentral Amerika (The Fed) akan menaikan suku bunga acuannya pada tahun depan.

“Mereka (investor) sudah menghitungnya dari awal. Tapi seberapa besar kenaikan suku bunga dan kapannya kita enggak tahu,” imbuhnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: