Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Harga Premium Turun Jadi Rp 7.600, Pemerintah Tidak Lagi Memberi Subsidi

46

images (1)

Jakartakita.com – Mulai hari ini, Kamis, 1 Januari 2015, Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600. Artinya, Pemerintah tidak lagi memberi subsidi terhadap bahan bakar minyak berjenis RON 88 tersebut.

“Harga premium di Rp 7.600 per liter itu sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah dan yang disubsidi itu solar Rp 1.000 per liter,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil di kantornya, Jakarta, Rabu (31/12) lalu.

Selain menghentikan subsidi Premium, pemerintah menetapkan tiga harga jual eceran bahan bakar minyak. Ketiga harga tersebut adalah harga jual eceran untuk jenis BBM tertentu bersubsidi, BBM khusus penugasan, dan BBM umum.

Sofyan juga mengungkapkan, harga premium akan dievaluasi tiap bulannya. “Harga akan dievaluasi setiap bulan. Karena Pertamina saat ini masih monopoli (di Jamali), kalau ada persaingan, harga akan menjadi dinamis,” kata Sofyan.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, setidaknya ada 3 poin positif dampak kebijakan pemerintah menghapus subsidi premium. Yang pertama, kata dia, pemerintah bisa punya anggaran lebih dari penghapusan subsidi BBM dan bisa dialihkan ke sektor produktif. Ini akan membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi.

Yang kedua, lanjut Perry, dengan penurunan harga BBM jenis premium dan solar, akan membuat inflasi terkendali.  Yang ketiga, Perry menyebutkan, akan ada perbaikan dari defisit neraca transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD). Angka impor BBM akan menyusut dan menekan defisit anggaran. “Akan ada perbaikan CAD,” tandas dia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: