Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Celana Pendek dan Sepak Terjang Bisnis Om Bob

22
dok: kika
dok: kika

Jakartakita.com – Pengusaha Bambang Mustari Sadino wafat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin 19 Januari 2015, pukul 17.30 WIB. Pengusaha nyentrik kelahiran Lampung, 9 Maret 1939 yang akrab dipanggil Om Bob ini menghembuskan nafas terakhir dalam usia 76 tahun.

Orangtuanya meninggal saat Bob masih berusia 19 tahun. Dalam usia masih belia, dia berkeliling dunia. Kemudian dia menetap di Belanda sekitar 9 tahun dan bekerja di Djakarta Lylod, di Kota Amsterdam. Di sinilah dia bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed. Selain di Belanda, Bob juga pernah tinggal di Hamburg, Jerman.

Pada tahun 1967, Bob memboyong keluarganya ke Indonesia. Dia juga membawa serta 2 mobil Mercedes buatan tahun 1960-an. Namun, salah satunya dia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah itu, dia memutuskan keluar dari pekerjaan dan membuka usaha.

Dia merintis bisnis dengan menyewakan mobil Mercedes. Bob bertindak sebagai sopirnya. Namun, dia mengalami kecelakaan. Mobilnya rusak parah. Dan Bob Sadino tak mampu memperbaikinya. Bob banting setir menjadi tukang batu. Gajinya hanya Rp 100, terbilang kecil. Karena tekanan hidup, dia sempat merasa depresi.

Di tengah rasa frustasi itu, datanglah teman lama. Teman itu menyarankan agar Bob memelihara ayam dan berbisnis telur ayam untuk melawan rasa frustasi.

Saat itu Bob Sadino menggunakan strategi bisnis yang tidak biasa. Bob percaya kalau ‘Word of Mouth Marketing starts from unhappy customers’. Karena ‘unhappy customers are your most profitable talkers’. Promosi gratis yang tidak perlu dibayar.

Dahulu kala, Bob memulai bisnisnya sebagai satu-satunya penjual telur di kawasan Kemang. Saat itu bisnis Bob belum berkembang. Bob merasa perlu untuk mengembangkan sayapnya sebagai penjual telur di Kemang. Salah satunya dengan berpromosi. Tetapi tentu saja sebagai pengusaha kecil, Bob belum memiliki banyak uang untuk berpromosi. Maka muncullah ide gila dari Bob.

Bob sesumbar dengan mengatakan, ”kalau telur yang saya jual ini busuk 1 butir maka akan saya ganti satu kilo”.

Suatu hari sengaja Pak Bob menaruh sebutir telur busuk diantara beberapa telur yang dibeli oleh salah seorang pelanggannya yang sangat cerewet.

Keesokannya si pelanggan tersebut datang sambil marah-marah kepada pak Bob. Pak Bob malah tersenyum, merasa semuanya berjalan sesuai rencananya. Pak Bob mendengarkan sang pelanggan yang kebetulan ibu-ibu cerewet itu dengan baik. Di akhir, Bob pun memberikan satu kilo telur untuk menggantikan sebutir telur busuk yang dibeli ibu-ibu tersebut.Apa yang terjadi?

Dalam waktu sangat cepat, berita tentang Pak Bob dan telurnya tersiar di seluruh antero Kemang. Karena yang cerewet tadi menceritakan perihal kejadian yang dialaminya kepada setiap orang yang ditemuinya bahwa membeli telur di Pak Bob itu dijamin kualitasnya. Kalau busuk sebutir akan diganti satu kilo. Kontan saja, usaha telur Bob Sadino jadi laris-manis. Siapa sangka bertahun-tahun kemudian usaha telur sederhana miliknya berubah menjadi kerajaan bisnis Kem Chicks?

Melalui pasar swalayan KemChick inilah Bob Sadino merambah ke unit bisnis yang lain, yaitu mengelola perkebunan sayur dan bermitra dengan para petani.

Saat ini, Bob Sadino memiliki beberapa perusahaan. Antara lain PT Boga Caturrata, pengelola gerai ritel Kem Chicks. Selain itu juga PT Kems Farm Indonesia, perusahaan pengekspor sayuran dan buah-buahan.

Bob Sadino dikenal dengan pengusaha yang nyentrik. Ke mana pun dia pergi, selalu mengenakan hem putih dan celana pendek lengkap dengan topi ala koboinya.

Saat disinggung tentang kebiasaan beliau mengenakan celana pendek di berbagai acara. Bob Sadino pernah berkata, “yang penting saya pakai celana, masa anda mau lihat saya tidak pakai celana”.

Bob Sadino mengalami sakit dua bulan terakhir. Dia dirawat di RS Pondok Indah dua minggu yang lalu. Dan akhirnya wafat, Senin (19/1/2015). Dia meninggalkan dua anak serta 4 cucu. Rencananya, Bob Sadino akan dimakamkan hari ini, Selasa (20/1/2015) selepas zuhur di TPU Jeruk Purut.

Selamat jalan, Om Bob!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: