Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Menaikan Bea Masuk Film Dinilai Kurang Tepat

275

images-1Jakartakita.com – Pengamat film Kemala Atmodjo, menyatakan usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menaikkan bea masuk film dinilai kurang tepat.

Menurutnya, dimana-mana, bea masuk film asing memang lebih rendah dibandingkan pajak pertambahan nilai (PPN) yang dikenakan pada produksi film nasional. Hal itu karena bea masuk memang hanya dihitung dari nilai fisik roll film atau hard disk digitalnya saja.

“Bukan berarti bahwa film asing tidak terkena PPN. Tetapi dikenakan di negara tempat dia diproduksi,” katanya, belum lama ini di Jakarta.

Dijelaskan, film asing yang diimpor ke Indonesia bukan benar-benar dibeli dan kemudian dimiliki oleh importir, namun hanya dibeli hak edarnya untuk jenis peredaran tertentu, jangka waktu tertentu dan wilayah tertentu saja. Sedangkan hak milik atas film itu tetap di tangan produser di luar negeri.

“Lain cerita kalau keseluruhan hak film asing dibeli untuk jangka waktu selamanya. Jika demikian, harus dikenakan bea masuk sebesar harga beli film dan tidak dikenakan pajak royalti lagi pada saat impor. Bila itu yang terjadi, maka sama ceritanya dengan produksi film,” tukasnya.

Ditambahkan, membandingkan antara bea masuk film impor dan PPN 10% yang dikenakan pada produksi film nasional, adalah keliru.

“Keduanya jelas berbeda. Bea impor adalah bea impor, PPN adalah PPN. Membandingkan keduanya adalah keliru,” tandasnya.


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: