Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Hati-Hati, Obat Pereda Nyeri Bisa Merusak Lambung

67

images (1)Jakartakita.com – Hati-hati bagi Anda yang kerap kali mengkonsumsi obat pereda nyeri. Ketua Perhimpunan Nefrologis Indonesia dokter Dharmeizar , Jumat (30/1) lalu di Jakarta, mengatakan terlalu sering mengonsumsi obat analgesik atau pereda nyeri bisa merusak ginjal.

“Obat analgesik kan sifatnyadose-dependant, artinya semakin sering mengkonsumsi dosisnya semakin banyak, akibatnya bisa merusak jaringan ginjal,” kata Dharmeizar.

Ia menyarankan, masyarakat tidak mengonsumsi obat pereda nyeri, jika tidak benar-benar membutuhkan. “Jangan sembarangan minum obat, apalagi kalau memiliki risiko tinggi mengalami penyakit ginjal. Obat pereda nyeri bersifat nefrotoksik atau mengganggu fungsi ginjal,” katanya.

Dipasaran, lanjutnya, obat pereda nyeri yang paling umum dijumpai dan sering dikonsumsi adalah obat sakit kepala.”Padahal, bisa saja sakit kepala disebabkan karena sakit gigi atau minus mata bertambah dan lain-lain. Sebaiknya cari tahu apa penyebabnya,” ujarnya.

Menurut Drg. Martha Mozartha, M.Si, Pengasuh Rubrik Kesehatan Gigi dan Mulut Klikdokter.com, obat pereda nyeri (analgesik) ada banyak macamnya, masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda.

Dipasaran, obat-obat seperti golongan acetaminophen, yang lebih dikenal sebagai paracetamoldan golongan ibuprofen dapat dibeli tanpa resep, dan dapat digunakan untuk meredakan nyeri gigi atau sakit kepala.

Dijelaskan, obat analgesik tersedia dalam berbagai merek. Untuk efektivitas obat ini sangat berkaitan dengan berat ringannya penyakit dan dosis yang digunakan. “Misalnya, obat analgesik asam mefenamat, sebetulnya termasuk obat yang harus diperoleh dengan resep dokter,” jelasnya.

Ditambahkan, meski dapat dibeli dengan mudah, penggunaan obat pereda nyeri tanpa resep juga tidak bisa sembarangan karena dapat menimbulkan efek samping. Misalnya, paracetamol sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan, dosis maksimumnya adalah 4 gram atau 8 tablet paracetamol 500mg per hari. “Ibuprofen tidak dianjurkan untuk digunakan bagi wanita hamil dan menyusui,” ucapnya.

Diakuinya, beberapa obat analgesik dapat menimbulkan gangguan lambung. Oleh karena itu, lanjutnya, sebaiknya dikonsumsi setelah makan (lambung tidak dalam kondisi kosong) untuk membantu mengurangi efek samping obat terhadap lambung.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: