Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Makna di Balik Ritual Bagi-Bagi Angpao

25

ritual bagi angpaoJakartakita.com – Salah satu ritual khas yang selalu ada pada saat perayaan Imlek adalah ritual bagi-bagi angpao. Bagi etnis Tionghoa, ritual membagikan angpao dari orang yang sudah menikah kepada orang yang lebih muda atau belum menikah di hari raya Imlek, lebih dari sekedar semangat berbagi.

Angpao berasal dari dialek Hokkian, yang berarti bungkusan atau amplop merah. Warna merah berarti keberuntungan. Itulah mengapa aplop angpau berwarna merah.

Pada masa lalu, hadiah ini biasanya berupa manisan, permen dan makanan. Namun pada perkembangannya angpao diberikan dalam bentuk uang dalam amplop merah dengan alasan lebih praktis.

Tradisi memberikan uang sebagai angpao ini muncul sekitar zaman Ming dan Qing. Dalam satu literatur mengenai “Ya Sui Qian” atau “Uang Penutup Tahun” dituliskan bahwa anak-anak menggunakan uang untuk membeli petasan dan manisan.

Uang kertas pertama kali digunakan di Tiongkok pada Dinasti Song, namun baru benar-benar resmi digunakan secara luas pada Dinasti Ming. Walaupun telah ada uang kertas, namun karena uang kertas nominalnya biasanya sangat besar sehingga jarang digunakan sebagai angpao kepada anak-anak saat Tahun Baru Imlek.

Uang receh yang berupa keping perunggu berlubang segi empat di tengahnya biasa dijadikan isi dalam amplop merah. Bagian tengah uang receh ini diikatkan menjadi untaian uang dengan tali merah.Bagi keluarga kaya biasanya mengikatkan 100 keping perunggu buat Ya Sui orang tua mereka dengan harapan mereka akan berumur panjang.

Ya Sui juga bisa dimaknakan sebagai “pengusir bencana”, dengan harapan anak-anak yang mendapat hadiah Ya Sui akan melewati 1 tahun ke depan yang aman tenteram tanpa halangan berarti.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: