Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Hati-hati, Terlalu Sering Menggunakan ‘Earphone’ Bisa Bikin Tuli

34
dok. defwalls
dok. defwalls

Jakartakita.com – Tidak sedikit orang yang lebih suka mengalihkan diri dari lingkungan sekitar yang ramai, dengan mendengarkan musik favorit lewat earphone. Padahal mendengar musik melalui earphone dalam waktu lama merusak pendengaran.

Menurut David. A. Sherris, ahli THT dari Universitas Buffalo seperti dilansir dari Huffingtonpost, suara yang terlalu keras dapat menyebabkan noise-induced hearing loss (NIHL) atau kehilangan pendengaran karena suara. Itulah alasan mengapa para pekerja konstruksi atau di bandara wajib menggunakan pelindung telinga karena tingkat kebisingannya saat tinggi (lebih dari 100 desibel). NIHL tidak sama dengan tuli, tetapi bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Parahnya lagi, banyak orang yang tidak puas mendengarkan musik lewat earphone dengan volume kecil. Sehingga tak jarang, meski mereka memakai earphone, suara musiknya terdengar hingga ke orang yang ada di sampingnya.

Berdasarkan hasil survey terbaru seperti dilansir dari situs BBC, disebutkan 1,1 miliar remaja dan dewasa muda berisiko mengalami kerusakan pendengaran secara permanen akibat mendengarkan musik dengan volume besar terlalu sering. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 43 juta orang berusia 12-35 tahun tuli Dan prevalensinya terus meningkat.
Dalam kelompok usia tersebut, setengah dari orang-orang di negara dengan pendapatan tinggi dan menengah, terpapar tingkat suara yang tidak aman dari peralatan audio pribadinya. Sementara 40 persen terpapar oleh tingkat suara yang merusak dari klub dan bar. Pemutar audio, konser, dan bar inilah yang memberi ancaman serius terhadap kesehatan telinga.
Menurunkan volume serta membatasi penggunaan earphone untuk mendengarkan musik hingga kurang dari satu jam sehari akan banyak mengurangi paparan bising. Rekomendasi lain dari WHO adalah menjaga volume suara maksimum hingga 60 persen. Mereka yang berada di tempat bising disarankan menggunakan penyumbat telinga, menjauhkan diri sejenak dari tempat bising, serta berdiri jauh dari pengeras suara di tempat pertunjukan seperti saat menonton konser.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: