Masyarakat Indonesia Mesti Dididik Menjadi Konsumen Yang Cerdas

Konsumen Cerdas

foto : istimewa

Jakartakita.com – Direktorat Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (Ditjen SPK) Kementerian Perdagangan, Widodo, mengatakan, masyarakat Indonesia harus dididik untuk menjadi konsumen yang cerdas, kritis dan nasionalis sebagai upaya untuk bisa bertahan dalam persaingan MEA 2015.

Terlebih karena saat ini konsumen Indonesia adalah yang terbesar di ASEAN.

Saat MEA, lanjut dia, arus barang dan jasa impor akan membanjiri pasar Indonesia dan di situlah peran konsumen cerdas dan kritis.

“Kalau 150 juta penduduk kita sudah berdaya, dampaknya kualitas produk juga bisa meningkat. Dengan keberdayaan konsumen yang tinggi, ditambah nilai nasionalisme, konsumen akan lebih memilih produk dalam negeri yang efeknya akan bagus saat MEA 2015,” katanya, di acara jumpa pers peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2015, di Jakarta, Rabu (11/3).

Dijelaskan, Indonesia merupakan konsumen terbesar di ASEAN dan ke empat di dunia dengan 253 juta penduduk. “Kami berharap seluruh rakyat Indonesia memperkuat nasionalisme dengan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri,” jelasnya.

Peringatan Harkonas 2015 yang keempat kali ini menekankan pentingnya nasionalisme untuk mencintai produk dalam negeri. Rencananya, juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan, seperti lomba-lomba, seminar, saresehan di berbagai kota serta bincang-bincang di televisi.

Acara puncak Harkonas yang jatuh pada 20 April mendatang, akan diperingati di Monumen Nasional dengan pencanangan “Konsumen Cerdas Dengan Nasionalisme Tinggi Menggunakan Produk Dalam Negeri”, peluncuran Indeks Keberdayaan Konsumen serta pameran produk dalam negeri serta makan bakso dan minum jamu gratis.

 

Comments

comments




0 thoughts on “Masyarakat Indonesia Mesti Dididik Menjadi Konsumen Yang Cerdas”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tags

You may also like...

Cari



Follow Us

Lowongan Kerja Jakarta


Kolom Expert – Ekonomi

DR. Agus Tony Poputra
Pengamat Ekonomi - Universitas Sam Ratulangi Manado.

Kolom Expert – Properti

Jakarta News Wire