Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Konsumsi ‘Raw Food’ Tidak Selalu Baik

302
foto: fredericpatenaude
foto: fredericpatenaude

Jakartakita.com –  Mengonsumsi makanan mentah atau raw food sedang menjadi tren. Sejumlah pakar kesehatan yang mendukung raw food berpendapat kalau  mengonsumsi makanan mentah terutama sayuran akan memberikan Anda lebih banyak nutrisi dibandingkan dengan mengonsumsi sayuran yang telah dimasak. Proses pemasakan akan membuat banyak nutrisi malah hilang.

Namun benarkah semua sayuran mentah aman dan baik untuk dikonsumsi? Nyatanya, sebuah penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk menemukan fakta yang berlainan. Penelitian dari Birmingham City University ini menjelaskan bahwa tidak semua sayuran mentah baik dan bahkan aman untuk dikonsumsi.

Menurut Mel Wakeman, ahli nutrisi dari Universitas Birmingham City, tomat, bayam, wortel, asparagus, dan jamur adalah sayuran yang jauh lebih baik untuk dikonsumsi setelah dimasak daripada dikonsumsi secara mentah.

Mel menambahkan kalau serat yang ada di dalam tumbuhan sering mengikat mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Sementara proses pemasakan yang menghasilkan panas membantu untuk melepaskan mineral tersebut dan kemudian memberikan manfaat pada tubuh. Sebagai contoh, proses pemasakan malah akan meningkatkan proses pelepasan likopen dalam tomat sehingga dapat mengurangi risiko kanker prostat. Sedangkan bayam kaya akan zat oksalat, zat besi, dan kalsium yang juga mampu dilepaskan secara sempurna lewat proses pemasakan.

Seperti dilansir dari boldsky, Ayam, terong, kentang, buncis, kacang merah termasuk beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi mentah. Kalau dikonsumsi mentah, bukannya menyehatkan tetapi malah bisa membahayakan kesehatan. Seperti pada kentang, kandungan solanin yang tinggi pada kentang mentah bisa membuat Anda keracunan. Begitupun kandungan lektin pada kacang merah dan kandungan glikosida sianogen pada buncis yang bisa menjadi racun alami bila dikonsumsi mentah.

Sayuran dan buah-buahan apalagi daging mentah, berpotensi mengandung toxoplasma dan kuman jahat lainnya bila dikonsumsi. Apalagi tidak melalui proses pencucian yang benar-benar bersih.

Walaupun begitu, bukan berarti Anda bisa memasak sayuran dengan waktu yang lama. Sebab nutrisinya bisa hilang. Perhatikan cara Anda memasak. Jangan sampai Anda merebus atau menumisnya terlalu lama.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: