Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Fesyen Kebaya yang Tak Lekang oleh Zaman

1,127
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Sudah sejak jaman dulu busana kebaya menjadi pakaian tradisional wanita Indonesia yang sangat khas. Menurut Wikipedia, awalnya busana ini merupakan pakaian yang hanya dikenakan oleh keluarga kerajaan di Jawa, mulai dari keluarga Kesultanan Cirebon, Kesultanan Mataram, hingga keluarga bangsawan di Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Istilah atau kata kebaya sendiri berasal dari Bahasa Arab yaitu ‘abaya’ yang artinya pakaian. Namun model baju kebaya sangat khas Indonesia dan sama sekali tidak menyerap pengaruh dari Arab. Begitu pun pengaruh dari Cina, seperti diduga sebagian kalangan bahwa kebaya terpengaruh pakaian asli Cina yang bernama Cheongsam, sama sekali juga berbeda.

Baju kebaya dibuat dari bahan tipis yang dihiasi dengan hiasan bordir seperti bahan brokat dan biasanya dikenakan dengan jarik batik, sarung, songket, atau bahan tradisional lainnya. Namun seiring perkembangan fesyen dan kreativitas, tak sedikit ragam model kebaya terbaru y yang bermunculan saat ini. Kebaya pun tidak lagi menjadi monopoli wanita berusia mapan, remaja putri pun kin tak malu-malu berkebaya. Tentunya dengan model yang keren. Hal ini tentu menggembirakan, kebaya tak lagi dipandang sebelah mata. Fesyen kebaya pun makin populer di mancanegara. Para wanita beranggapan dengan menggunakan kebaya, wanita akan terlihat lebih anggun, elegan dan sexy. Karena kebaya memberikan kesan mewah bagi penggunanya.

Berikut adalah aneka pilihan model kebaya cantik yang bisa Anda tiru:

foto istimewa
foto istimewa

Kebaya Jawa. Kebaya jawa identik dengan bentuk sederhana yang memiliki model potongan leher V. Kebaya ini cukup panjang sehingga mampu menutup panggul.

foto: istimewa
foto: istimewa

Kebaya Bali. Sebenarnya kebaya bali tidak jauh berbeda dengan kebaya jawa. Hanya saja, kebaya bali memiliki aksen tambahan semacam selendang yang diikatkan dipinggang. Pemakai kebaya bali pun terkesan lansing.

foto: istimewa
foto: istimewa

Kebaya encim. Budaya China juga memainkan peran penting dalam desain kebaya yang digunakan perempuan Betawi. Oleh karena itu dinamakan “kebaya encim”. Tampak depan kebaya dan sisi lengannya bermotif bunga. Panjang kebaya dipaskan hanya mencapai pinggul agar mencerminkan keindahan tubuh si pemakai. Bahannya terbuat dari sifon atau katun halus yang menyerap keringat. Warna kebaya encim umumnya cerah agar menggambarkan keceriaan pribadi masyarakat Betawi.

foto: istimewa
foto: istimewa

Kebaya Kutubaru. kebaya kutubaru yang memiliki ciri khas tambahan kain sebagai penghubung sisi kiri dan sisi kanan kebaya pada bagian perut. Dalam pemakainnya ditambahkan stagen (kain yang dililitkan pada perut) agar pemakainya tampak lebih langsing.

foto: istimewa
foto: istimewa

Kebaya Kartini. Dahulu kebaya ini biasa digunakan perempuan yang masih berdarah biru atau merupakan keturunan dari kalangan istana (keraton). Model kebaya ini populer pada masa pahlawan perempuan Indonesia RA Kartini. Dari sinilah sebutan kebaya kartini bermula. Kebaya kartini cukup panjang dan menutup panggul. Selain itu, kebaya ini memiliki lipatan kerah yang membentuk garis vertikal sehingga mengesankan lebih ramping dan tinggi.

 

foto: istimewa
foto: istimewa

Kebaya lengan pendek. Pada umumnya sebuah baju kebaya memiliki lengan yang panjang. Namun terkadang lengan panjang tersebut dapat membatasi ruang gerak anda terutama ketika anda akan aktif bergerak saat anda mengenakan kebaya tersebut. Jika anda memang ingin aktif bergerak maka disarankan untuk mengenakan kebaya lengan pendek. Walaupun lengannya pendek tetapi kebaya ini tetap bisa anda kenakan untuk menghadiri acara formal.

foto: istimewa
foto: istimewa

Kebaya remaja. Bagi para remaja, kalian tentu ingin tampil modis juga ketika mengenakan model kebaya  modern, bukan? Untuk remaja, biasanya model kebaya yang disajikan bersifat ramai atau bahkan colorful sehingga sifat anak mudanya bisa terpancar keluar ketika mengenakan kebaya tersebut.

foto: istimewa
foto: istimewa

Kebaya muslim. Kebaya kini tak lagi jadi monopoli wanita yang tak berjilbab. Mereka yang berhijab pun tetap bisa berkebaya, tentunya dengan penyesuaian model yang lebih syar’i.

Dan masih banyak lagi ragam kebaya modern lainnya yang bisa menjadi pilihan Anda. Yang manakah pilihan Anda?

 

 

 

 


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

1 Comment
  1. Hazel says

    Kebaya bukan berasal dari cheongsam yang mulai dipakai sejak berkuasanya dynasty ching di cina, melainkan dari hanfu yang merupakan pakaian dari dynasty han sampai dengan dynasty ming. Kebaya, terutama model kutu baru dan kartini mirip sekali dengan pakaian yang disebut ‘bei zi’ dari dynasty song dan dynasty ming. Meskipun nama kebaya berasal dari arab, tidak ada satu pun pakaian arab yang mirip kebaya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: