Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Perang Urat Syaraf Mulai Mewarnai Duel Abad Ini

226
Floyd Mayweather vs Manny Pacman Pacquiao
foto : istimewa

Jakartakita.com – Menjelang hari H pertarungan tinju dunia yang dijuluki sebagai duel abad ini (fight of the century) antara Floyd Mayweather melawan Manny “Pacman” Pacquiao yang bakal dihelat 2 Mei mendatang, perang urat syaraf (psy war) mulai dilakukan diantara kedua kubu petinju.

Floyd Mayweather, misalnya. Ia mengeluarkan statement kepada publik dengan menyebut dirinya lebih hebat dari legenda tinju dunia, Muhammad Ali.

“Tidak ada yang bisa mencuci otak saya untuk membuat saya percaya bahwa Sugar Ray Robinson dan Muhammad Ali lebih baik dari saya,” kata Floyd Mayweather, seperti dilaporkan Skysports, Jumat (24/4/2015).

“Tanpa bermaksud merendahkan Muhammad Ali tapi dia melakukannya hanya dalam satu divisi,” katanya lagi.

“Ada beberapa duel (Muhammad Ali) yang kalah dan dia masih saja disebut sebagai ‘yang terbaik’ di luar sana,” kata petinju kelahiran Michigan itu.

“Dia (Muhammad Ali) menyebut dirinya ‘yang terbaik’ dan saya adalah TBE (The Best Ever- terbaik yang pernah ada). Saya yakin akan dikritik atas apa yang saya katakan, tapi saya tidak peduli,” tegasnya.

Sebelumnya Skysports pada hari Kamis (23/4/2015) melaporkan, petinju Oscar De La Hoya, yang pernah dikalahkan Floyd Mayweather pada tahun 2007, yakin gaya bertinju agresif Manny “Pacman” Pacquiao akan mengalahkan Floyd Mayweather hanya dalam tiga ronde.

“Saya rasa Pacquiao bisa menang hanya dalam dua atau tiga ronde, karena itu akan membuat Mayweather tertinggal dan harus menekan Pacquiao, sementara Mayweather tidak suka bermain agresif,” kata Oscar De La Hoya.

“Jadi, jika Pacquiao bisa memulai duel dengan baik pada dua ronde pertama atau memenangkan ronde itu, maka Pacquiao akan menguasai pertandingan,” kata petinju berdarah Meksiko dan Amerika Serikat itu.

Disisi lain, Oscar De La Hoya mencemaskan kepemimpinan wasit Kenny Bayless yang mungkin saja akan memberikan keuntungan untuk Mayweather.

“Sejarah menunjukkan bahwa Kenny Bayless melindungi Mayweather. Pacquiao seperti melawan dua orang dalam ring, bukan satu. Jadi saya mengatakan Pacquiao satu poin tertinggal kendati pertarungan belum dimulai,” kata De La Hoya.
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: