Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Lewat Drama Adu Penalti, Argentina Singkirkan Kolombia

136
foto: reuters
foto: reuters

Jakartakita.com – Argentina menyingkirkan Kolombia dari ajang Copa America 2015 setelah pada pertandingan perempat final yang berlangsung di Estadio Sausalito, Viña del Mar, Chile, Sabtu (27/6/2015) pagi WIB menang 5-4 dalam drama adu penalti. Saat waktu normal, kedua tim bermain sama kuat 0-0.

Dengan demikian, Argentina melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang laga perempat final antara Brasil dan Paraguay yang berlangsung Minggu (28/6/2015) pagi WIB. Laga semifinal akan berlangsung 30 Juni mendatang.

Dalam adu penalti, tiga penendang pertama kedua tim sukses menyelesaikan tugasnya. James Rodriguez, Radamel Falcao, dan Juan Cuadrado untuk Kolombia, Lionel Messi, Ezequiel Garay, dan Ever Banega untuk Argentina.

Tapi penendang keempat Kolombia, Luis Muriel, melambungkan bola ke atas mistar gawang dari sepakan 12 pas yang dilakukannya. Sedangkan penendang keempat Argentina, Ezequiel Lavezzi, mampu menaklukkan kiper Kolombia David Ospina.

Beruntung bagi Kolombia, penendang kelima mereka yaitu Edwin Cardona berhasil menaklukkan kiper Sergio Romero, sedangkan penendang kelima Argentina yaitu Lucas Biglia melakukan tendangan penalti yang melenceng dari gawang. Adu penalti pun berlanjut.

Penendang keenam Kolombia, Juan Zuniga, gagal menaklukkan Romero karena bola hasil tendangannya bisa diselamatkan sang kiper. Tapi penendang keenam Argentina Marcos Rojo pun gagal, tendangannya hanya mengenai mistar. Kegagalan berlanjut, penendang penalti ketujuh Kolombia Jeison Murillo melambungkan bola dari titik putih.

Carlos Tevez, yang dikabarkan telah pindah klub dari Juventus ke Boca Juniors, kemudian menjadi penentu kemenangan Argentina setelah menaklukkan Ospina dari titik putih sebagai penendang penalti ketujuh. Ia pun berlari memeluk Romero merayakan keberhasilan Argentina lolos ke semifinal, disusul rekan-rekan setimnya.

Argentina sebetulnya memiliki sejumlah peluang untuk meraih kemenangan di waktu normal, tapi karena kecemerlangan Ospina, tak ada satu gol pun terjadi.

Peluang terbaik tercipta untuk Argentina pada menit ke-25. Pastore yang berlari menusuk dari sayap kanan memberi umpan matang yang dapat ditendang Aguero. Tapi Ospina bisa menepis bola yang meluncur ke arahnya. Si kulit bundar kemudian melambung ke udara dan disundul Messi, tapi kembali Ospina melakukan penyelamatan gemilang.

Pada menit ke-38, bek Kolombia Cristian Zapata hampir mencetak gol bunuh diri saat berusaha memotong umpan silang yang diluncurkan Angel Di Maria dari sayap kiri. Beruntung, Ospina masih sigap menghalau bola.

Di babak kedua, tepatnya pada menit ke-80, bek Argentina Nicolas Otamendi hampir mencetak gol setelah menyambar umpan tendangan sudut Di Maria. Tapi Ospina masih mampu menepis bola. Bola lalu sempat mengenai tiang gawang sebelum kemudian dihalau Zuniga dari kotak penalti Kolombia.

Peluang terakhir Argentina di babak kedua kemudian tercipta pada menit ke-88. Umpan lambung terobosan Lavezzi bisa dikejar Tevez, tapi berhasil dihalangi Ospina. Bola terus bergulir ke gawang namun tak menjadi gol karena berhasil dihalau bek Kolombia.

Kedudukan imbang 0-0 yang berlangsung sampai akhir waktu normal memaksa terjadinya adu penalti, yang akhirnya dimenangi Argentina.

 

Susunan Pemain

Argentina

1 Sergio Romero ; 2 Ezequiel Garay, 4 Pablo Zabaleta, 16 Marcos Rojo, 17 Nicolás Otamendi ; 6 Lucas Biglia, 14 Javier Mascherano, 21 Javier Pastore (19 Ever Banega 77’) ; 7 Ángel Di María (22 Ezequiel Lavezzi 87’), 10 Lionel Messi, 11 Sergio Agüero (18 Carlos Tevez 73’)

Kolombia

1 David Ospina ; 2 Cristián Zapata, 4 Santiago Arias, 18 Juan Zúñiga, 22 Jeison Murillo ; 10 James Rodríguez, 11 Juan Cuadrado, 15 Alexander Mejía, 16 Victor Ibarbo (20 Luis Muriel 86’) ; 19 Teófilo Gutiérrez (8 Edwin Cardona 24’), 21 Jackson Martínez (9 Radamel Falcao 74’)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: