Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Cerita Tentang Kue Biji Ketapang

3,918
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Salah satu penganan Betawi yang hampir selalu ada setiap lebaran adalah kue biji ketapang. Bagi orang Betawi, rasanya lebaran tak lengkap tanpa kehadiran kue biji ketapang. Kue yang dibuat dengan cara digoreng ini terasa gurih karena paduan kelapa parut dan santan.

Mengenai mengapa kue ini dinamakan biji ketapang. Ini dikarenakan kue ini memang mirip dengan biji pada pohon bunga ketapang (Terminalia cattapa L) yang dahulu banyak ditemukan di pinggir jalan kota Jakarta. Struktur morfologisnya antara lain tinggi 1-2 meter dan batangnya berkayu, bercabang dan berwarna hijau. Daun ketapang majemuk, menyirip genap, anak daunnya bulat telur, tepi rata dengan panBunga ketapangjang 4-10 cm dan lebar 15-20 mm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga tanaman ketapang majemuk, bentuk tandan, mahkota bulat telm, terdiri atas 5 bagian, warna kuning. Buah polong bertangkai. Kalau masih muda bagian tengah warnanya cokelat, tepi hijau sedangkan ketika tua berwarna cokelat.

Buah ketapang berbentuk bulat, kulitnya keras dan ujungnya runcing. Jika dibuka isinya berwarna putih seperti almond. Oleh karena itu dipanggil juga dengan Almond Malabar atau Almond Singapura. Dahulu saat pohon ketapang masih banyak tumbuh di tanah Betawi, Buah ketapang banyak tercecer di jalanan dan sering dipungut untuk dimakan bijinya. Rasanya gurih dan teksturnya renyah. Itulah yang menginspirasi kue biji ketapang.

Artikel Terkait
1 daripada 38

Ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah? Ini dia caranya!

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
250 gram tepung terigu protein sedang
50 gram margarin
1 butir telur
75 gram gula pasir
1/2 sendok teh garam
40 ml santan instan
100 gram kelapa parut kasar, disangrai, dihaluskan

Cara membuat:

  1. Campur telur, gula pasir, garam, dan santan instan. Aduk sampai gula larut.
  2. Masukkan tepung terigu, dan kelapa sangrai. Aduk sampai tercampur rata. Tambahkan margarin. Aduk rata.
  3. Pulung adonan. Potong-potong serong 1 cm.
  4. Pansakan minyak di atas api kecil. Goreng adonan sampai matang dan renyah.

 


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com