Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Tradisi Betawi Jelang Lebaran

171

Jakartakita.com – Hari raya Idul Fitri 1436 H  tinggal menghitung hari. Kalau para perantau disibukan dengan tradisi mudik lebaran. Maka bagi warga Betawi yang tidak punya kampung halaman juga punya tradisi sendiri jelang lebaran dan sesudah lebaran.

Ada beberapa tradisi yang sering dilakukan yaitu pembuatan dodol, tuker rantang dan jiarah. Ketiga tradisi itu memiliki proses dan filosofi yang berbeda.

Dahulu, pembuatan dodol Betawi dilakukan secara patungan ketika mendekati hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Keluarga besar Betawi yang dulunya hidup berdekatan, saling melengkapi bahan dasar pembuatan dodol. Begitu bahan tersedia, para pria bertugas membuat dodol Betawi dan mengaduk adonan. Sedangkan para wanitanya menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan. Sambil menunggu dodol matang, ibu-ibu menyiapkan makan berbuka puasa, setelah matang, langsung dibagi secara adil berdasarkan seberapa besar keluarga memberikan `uang` dodol.

Pembuatan dodol yang sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama dapat selesai oleh semangat gotong royong para pembuatnya. Maka tak heran masyarakat Betawi begitu menganggap pembuatan dodol Betawi merupakan kerja tim dan bertujuan mempererat tali persaudaraan.

Uniknya dodol hanya boleh dibuat oleh orang-orang tertentu. Wanita yang sedang menstruasi dilarang keras membuat dodol. Konon, dodol yang dihasilkan rasanya akan aneh.

Namun sayangnya kini kegiatan buat dodol rame-rame warga sekampung sudah sangat langka. Orang-orang lebih suka membelinya saja dari penjual dodol Betawi.

foto: istimewa
foto: istimewa

Tidak hanya dodol Betawi saja, tuker rantang di malam takbiran menjadi tradisi yang sering dilakukan sampai saat ini. Rantang yang dibawa berisikan makanan seperti semur daging, kupat nasi maupun kupat berisi ketan, dan sayur sambel godok yang akan diberikan kepada orang yang dituakan di dalam keluarga atau kepada tetangga. Nantinya rantang tersebut akan dikembalikan dengan hasil masakan mereka.

Pada jaman dahulu masyarakat betawi juga mempunyai tradisi syawalan yang artinya puasa sunnah di bulan syawal dan mempunyai lebaran syawal sendiri. Lebaran syawal lebih ramai dari pada lebaran yang lain karena tradisi yang dilakukan ini untuk selalu tetap bersyukur kepada Allah apapun yang terjadi.

Wahh…. seru ya…

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: