Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Setelah Hollywood dan Bollywood, Kini Giliran Film Nollywood yang Berkibar

60
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Setelah industri film Hollywood Amerika Serikat dan film Bollywood India. Kini giliran industri film dari negara Nigeria yang disebut Nollywood mulai berkibar. Siapa sangka meski merupakan negara di belahan benua Afrika, Nigeria merupakan negara produsen film terbanyak kedua di dunia.

Perkembangan pesat industri film Nigeria dimulai pada tahun 1990 sampai 2000 hingga menjadi industri terbesar kedua di dunia setelah AS dan India. Penamaaan Nollywood pun miliki sejarah yang sama dengan Bollywood, terinspirasi dari Hollywood.

Industri film Nigeria bernilai 5,1 miliar dollar AS per tahun 2014 dan menghasilkan Nigeria memproduksi lebih dari 1.000 film cerita setiap tahun. Sebagian besar dibuat dengan perangkat digital yang murah. Film-film itu biasanya dipasarkan langsung dalam bentuk DVD, dengan anggaran puluhan ribu dolar. Biaya pembuatan film-film besar Hollywood bisa mencapai 200 juta dolar atau lebih.

Salah satu film Nigeria pertama yang mencapai terkenal internasional adalah Osuofia in London, dibintangi Nkem Owoh, aktor komedi Nigeria pada tahun 2013. Film tahun 2012 “Last Flight to Abuja” yang disutradarai Obi Emelonye adalah film menegangkan yang dibuat berdasarkan kisah nyata sebuah kecelakaan pesawat.

Sementara, “30 Days in Atlanta”, film tahun 2014 karya Ayo Makun, merupakan film Nigeria yang paling banyak menghasilkan uang sejauh ini. Film itu mengangkat petualangan seorang laki-laki Nigeria dan sepupunya yang melakukan perjalanan selama sebulan penuh di Amerika.

Dan terakhir film Nollywood yang melejit di tahun 2014 adalah  “Half of a Yellow Sun”, yang dibintangi aktor Inggris Chiwetel Ejiofor Film yang merupakan adaptasi dari novel Afrika dan berlatar belakang perang saudara Biafra di Nigeria tahun 1960-an ini telah memangkan banyak sekali penghargaan Internasional. Film ini seakan semakin menunjukkan kepada dunia kalau Nollywood patut diperhitungkan di kancah film Internasional.

Lalu bagaimana dengan industri Film Indonesia? Kapankah Tangkiwood kembali berjaya di dunia?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: