Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Makna di Balik Lomba-Lomba Tujuh Belasan

138

Jakartakita.com – Tanggal 17 Agustus adalah hari penting dan sakral bagi bangsa Indonesia. Karena pada hari itu, tujuh puluh tahun yang lalu akhirnya bangsa Indonesia melalui Soekarno – Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah sekian lama dijajah bangsa asing.

Maka setiap tahunnya, tanggal 17 Agustus selalu diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia dengan penuh suka cita. Tak hanya sebuah upacara bendera. Tanggal 17 Agustus juga identik dengan pesta rakyat yang diramaikan dengan aneka lomba khas tujuh belasan. Tahukah Anda kalau ternyata di balik lomba-lomba tujuh belasan tersirat makna yang mendalam?

Berikut adalah sejumlah makna yang terkandung dalam lomba-lomba tujuh belasan yang dirangkum oleh jakartakita.com :

foto: istimewa
foto: istimewa

Panjat pinang

Di antara sekian banyak lomba tujuh belasan. Lomba panjat pinang adalah lomba yang paling dinanti-nantikan. Sekelompok bahu-membahu untuk meraih beraneka ragam hadiah di puncak pohon pinang. Tentu saja mencapai puncak pohon pinang tidaklah tanpa hambatan. Licinnya oli membuat tim harus bahu-membahu mencapai puncak.

Maknanya adalah bagaimana kebersamaan dijalin untuk mendapatkan hasil. Hasil ‘hadiah’ yang didapat akan dibagi rata ke seluruh anggota tim yang membantu. Begitulah makna kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia. Perlu pengorbanan seluruh rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

foto: istimewa
foto: istimewa

Balap karung

Menurut sejarawan JJ Rizal, balap karung itu mengingatkan masa susah saat dijajah Jepang. Mayoritas pakaian pakai karung goni. Dan, saat kemerdekaan RI dikumandangkan, Rakyat secara sukacita menginjak-injak karung sebagai pelampiasan kekesalan mereka. Sehingga sampai sekarang dilombakan dengan lari memakai karung.

foto: istimewa
foto: istimewa

Lomba makan kerupuk

Kesulitannya adalah bagaimana menghabiskan kerupuk yang digantungkan dengan seutas tali dan tangan kita terikat di belakang. Maknanya adalah bagaimana dahulu saat penjajahan, bangsa Indonesia sangat menderita, baik sandang, pangan maupun papan. Untuk makan pun dahulu masyarakat kesulitan.

foto: istimewa
foto: istimewa

Tarik tambang

Tim yang kompak dan menggunakan strategi yang jitu lah yang dapat memenangkan lomba ini. Hal ini menyiratkan bahwa kemerdekaan diraih berkat kekompakan rakyat Indonesia mengusir penjajah.

foto: istimewa
foto: istimewa

Lomba memindahkan belut

Belut dikenal dengan kelicinannya. Dikorelasikan dengan era penjajahan, betapa sulitnya mengusir (memindahkan) belut ‘penjajah’ dari Indonesia.

foto: istimewa
foto: istimewa

Balap engrang

untuk menghina kolonialisme Belanda. Mereka main engrang untuk mengejek orang jangkung (Belanda).

Demikianlah makna yang terkandung dalam lomba-lomba tujuh belasan. Semoga dibalik keriuhan pesta rakyat, kita dapat memaknai pesta tersebut dari lain sisi. Semoga bermanfaat dan salam Merdeka!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: