Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Pembangunan LRT dimulai Besok

73
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Rabu (9/9/2015) besok tepat jam sembilan pagi,  groundbreaking  pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) tahap pertama akan dimulai. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto di Jakarta, Selasa (8/9/2015)

LRT tahap pertama rencananya akan dibangun rute Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer (Tahap IA) dan Bekasi Timur – Cawang sepanjang 17,9 kilometer (Tahap IB). Setelah pembangunan rute tersebut selesai, maka proyek akan disambung dengan rute Cibubur-Bogor.

Proyek pembangunan LRT itu sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomer 98 Tahun 2015 Tentang Percepatan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa PT Adhi Karya Tbk ditunjuk sebagai badan usaha yang akan membangun prasarana LRT. Untuk tahap pertama pembangunan LRT, nilai investasi ditaksir sekitar Rp 11,9 triliun, atau separuh dari total proyek LRT yang dibangun Adhi Rp 23,8 triliun.

Rencananya, Adhi Karya akan membangun Prasarana LRT sepanjang 80 kilometer yang melingkupi Bogor, Jakarta, Bekasi. Kemenhub mengatakan bahwa pembangunan RLT sebagai upaya pemrintah mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek.

Rencana umum jaringan kereta api itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomer 54 Tahun 2015. Diperkirakan, pembangunan tahap pertama akan selesai pada akhir 2017 dan diharapkan bisa beroperasi pada awal 2018.

Selain Adhi Karya, proyek LRT digagas oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Proyek LRT dari Pemprov DKI direncanakan meliputi tujuh koridor LRT, yakni Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km), Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km), Joglo-Tanah Abang (11 km), Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km), Pesing-Kelapa Gading (20,7 km), Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 Km), dan Cempaka Putih-Ancol (10 km).

Tarif LRT Jabodetabek rencananya akan ditetapkan sebesar Rp 1.000 per kilometer. Pemerintah tidak memberikan subsidi untuk transportasi angkutan umum jenis baru ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: