Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Kisah di Balik Kegemilangan Keylor Navas Musim Ini

180
foto: espn
foto: espn

Jakartakita.com – Kiper Real Madrid Keylor Navas tampil gemilang musim ini, ia belum kebobolan satu gol pun dalam lima laga membela Los Merengues. Torehan luar biasa ini merupakan rekor baru seorang kiper Madrid, yang bahkan seorang Iker Casillas pun tak pernah mencapainya.

Di balik kegemilangan Navas, sebetulnya ada sebuah kisah pilu. Karena seperti yang sudah diumbar berbagai media masa, Navas sebetulnya hendak ‘dibuang’ ke Manchester United, sebagai bahan barteran mendatangkan David De Gea.

“Di hari terakhir masa transfer saya tak tahu akan bermain di mana nantinya. Saya mengatakan kepada istri saya, biarlah Tuhan yang menentukan. Saya sebetulnya tak ingin meninggalkan Madrid,” kisah pemain Kosta Rika itu kepada radio El Larguero, dilansir ESPN Soccer Selasa (22/9/2015).

“Tentu saya senang dengan ketertarikan United, mereka merupakan tim hebat, tapi saya sebetulnya lebih ingin bermain untuk Madrid. Merupakan impian menjadi kenyataan bisa bergabung dengan Madrid, dan saya sungguh tak mau pergi,” ucapnya.

“Di hari itu, saya sempat harus seperti orang linglung di ruang tunggu bandara, menunggu mereka memberi tahu saya harus bagaimana. Setiap lima menit ada perubahan rencana, antara pergi atau tetap tinggal. Semuanya serba tak jelas. Saya tak bisa tenang sampai semuanya tuntas,” terang Navas lebih lanjut.

Pada akhirnya, Navas diputuskan tetap di Madrid, karena De Gea batal pindah ke Madrid akibat masalah dalam pengurusan dokumen. Pria berusia 28 tahun itu pun pulang ke rumahnya.

Tapi, setelah diombang-ambingkan sedemikian rupa, hati Navas menjadi tak tenang. Saat hendak tidur, ia teringat apa yang dialaminya hari itu dan menangis. “Setelah semua terjadi dan hendak pergi tidur bersama istri, saya mulai meresakan kesedihan berkecamuk dan mulai menangis,” tuturnya.

Di pagi harinya, Navas bertemu Presiden klub Madrid, Florentino Perez dan Direktur Umum klub Jose Angel Sanchez. Ia memberitahu mereka bahwa ia akan melupakan semuanya dan kembali bekerja.

“Saya telah menangis bersama istri saya, dan tak boleh terjebak dalam kesedihan. Saya berbicara dengan Perez dan Sanchez, lalu pergi ke tempat latihan dan berlatih dengan keras,” papar Navas.

“Saya berbicara dengan beberapa rekan setim tentang apa yang terjadi. Rekan-rekan lainnya yang bermain untuk tim nasional negara mereka menyempatkan diri mengirim pesan bahwa mereka ingin saya tetap di Madrid,” jelasnya.

Setelah itu kisah Navas bak Cinderella, dari terpinggirkan menjadi seorang bintang. Ia menunjukkan bahwa ia adalah kiper yang hebat dan pantas menggantikan Casillas sebagai kiper utama Los Blancos.

Kini Madrid pun tak meragukan kiper yang mereka beli dengan harga 10 juta euro dari Levante awal musim lalu tersebut. Kabar terakhir yang ada Madrid akan menawari Navas kontrak baru dengan gaji yang lebih besar. Selama ini, Navas merupakan salah satu pemain di tim utama Madrid dengan gaji yang paling kecil. Kegemilangan Navas memang pantas untuk diganjar dengan kompensasi yang besar, apalagi mengingat apa yang telah ia lalui.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: