Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Sssttt, Ternyata Pria Juga Alami Sindrom ‘Datang Bulan’

847
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Bagi Anda para wanita pasti pernah merasakan sindrom lekas lelah, keram dan sesnsitivitas meningkat saat menjelang datang bulan. Tahukah Anda, ternyata bukan hanya wanita yang mengalami datang bulan, pria pun sebenarnya mengalami ‘datang bulan’ dalam versinya sendiri. ‘Datang Bulan’ versi pria ini kerap disebut oleh para ahli sebagai Irritable Male Syndrome (IMS).

Ketidakseimbangan hormon pada pria dapat menyebabkan mood swing dan uring-uringan. Kalau wanita merasakan PMS setiap sebulan sekali, kabar baiknya nih pria tak mengalaminya setiap bulan. Umumnya, mereka mengalami “PMS” ini setiap 2-3 bulan sekali. Perubahan hormon memengaruhi pemikiran, sensitivitas, dan pengendalian emosi.

Meski ‘datang bulan’ versi pria ini bukan sesuatu yang familiar untuk masyarakat umum, survei yang dilansir dari Daily Breast menunjukkan bahwa seperempat dari pria Inggris menyakini bahwa mereka mengalami ‘datang bulan’ atau IMS. Survei yang melibatkan 2.412 pria dan wanita ini menunjukkan bahwa 26 persen pria merasa pernah merasakan apa yang biasa dikenal sebagai pertanda datang bulan. Pertanda tersebut di antaranya merasa capai, keram dan sensitivitas meningkat.

Di samping itu, 43 persen dari para wanita Inggris juga merasa bahwa kekasih mereka mengalami IMS. Ketika kekasih mereka mengalami hal tersebut, para wanita ini mengaku membantu kekasih mereka dari simptom ‘datang bulan’ pria mereka.

Para pria yang merasa mengalami IMS mengatakan 56 persen di antaranya menjadi cepat marah. 51 persen dari pria tersebut di saat yang sama juga merasakan rasa capek yang lebih dari biasanya. Kemudian 47 persen di antara pria tersebut juga merasa mengalami mengidam dan 43 persen di antara mereka merasa lapar sekaligus mudah marah.

Terapis Jed Diamond menyakini bahwa ‘datang bulan’ versi pria memang terjadi. Hal ini dikarenakan pria juga memiliki siklus hormon seperti halnya wanita. Diamond mengatakan ada dua periode krusial saat hormon pria berganti. Kedua periode tersebut yaitu pada saat pria masih remaja dan ketika memasuki tahap dewasa muda atau setengah baya.

Stres adalah faktor terbesar pria mengalami sindrom datang buan. Entah itu karena stres pekerjaan, stres karena percintaan, keluarga, dan sebagainya, yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku si dia.

Sama seperti wanita, saat “PMS” menyerang, pria juga ada yang memilih diam dan mengendalikan, tetapi ada juga yang uring-uringan ke orang terdekat saat bad mood menyerang. Sebagai wanita, sebaiknya kita berikan ‘me time’ untuk pria kesayangan Anda.


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com