Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Waktunya Belanja Bulanan, Waktunya Happy Fresh!

592
foto: Risma Budiyani
foto: Risma Budiyani

Setiap habis gajian, maka yang terbersit di benak emak-emak sedunia adalah saatnya belanja bulanan. Meski judulnya belanja, namun belanja bulanan tidak semenyenangkan belanja lainnya. Para emak sedunia harus berupaya keras hasil belanja bulanannya mencukupi kebutuhan sebulan dengan budget yang sudah ditetapkan. Tak boleh lebih, kurang boleh. Alhasil para emak harus putar otak. Apalagi para ibu rumah tangga yang menggantungkan pemasukan hanya dari para suami.

Sama seperti para emak lainnya, setiap hendak belanja bulanan saya sebisa mungkin membuat list. Bahkan terkadang list itu mesti saya draft berhari-hari sambil mengecek stok kebutuhan pokok di rumah. Selesai membuat list, saya mencoba mereka-reka berapa kira-kira uang yang harus dikeluarkan untuk belanja bulanan berbekal patokan harga dari struk belanja sebelumnya. Kalau ternyata estimasi belanja bulanan melebihi anggaran yang ditetapkan, terpaksa harus memilah-milah lagi daftar belanjaan sesuai dengan skala prioritas.

Sudah kelar buat daftar belanjaan, mulai atur waktu belanja. Kapan kira-kira saya punya waktu kosong untuk berbelanja. Sebagai ibu beranak satu yang masih balita, saya sebisa mungkin belanja dengan partner entah itu suami, ibu, saudara atau malah asisten rumah tangga. Namun, belakangan saya tak punya asisten rumah tangga, mengatur waktu belanja bareng dengan suami atau partner lainnya sangat susah. Alhasil terpaksa saya harus belanja berdua dengan balita.

Belanja bulanan dengan balita itu sangat ‘rempong’! Perburuan barang sesuai daftar belanja bulanan sering kali harus terganggu oleh ulah si kecil. Dari si kecil yang tiba-tiba bosan duduk di atas troli. Si kecil yang tiba-tiba rewel. Si kecil yang iseng memasukkan barang-barang ke dalam troli, dan masih banyak lagi yang bisa membuat emak-emak yang sedang berjuang belanja bulanan sendirian frustasi.

Seringkali hasil buruan tidak sesuai dengan daftar belanjaan. Ada banyak ‘penumpang gelap’ di troli saya yang membuat saya harus menahan nafas setiap melihat angka nominal belanjaan di kasir. Dang! Total harga belanjaan saya selalu berkali lipat dari yang direncanakan sebelumnya.

Kelar belanja bulanan dengan barang seabrek di troli. Saya yang mungil ini masih harus berjuang mendorong troli berisi belanjaan dan si kecil menuruni eskalator menuju parkiran. Perjuangan! Saya harus menjaga keseimbangan troli sambil menghibur si kecil yang mulai rewel karena lapar dan bosan. Biasanya kami mampir makan siang.

Mampir makan siang seusai berbelanja semacam sebuah kewajiban. Selain karena memang lapar, terutama si kecil. Saya juga ingin memberi ‘reward’ diri saya yang telah sukses berbelanja bulanan hanya dengan si kecil. Berasa super woman!

Belakangan saya menyadari ini adalah sumber kebocoran dana belanja bulanan nomer satu. Anggaran untuk sekedar makan siang dengan si kecil atau partner bisa menghabiskan dana minimal Rp 150 ribu sendiri. Belum lagi kalau saya tidak bisa menahan diri saat melihat barang-barang ‘lucu’ yang terpajang di etalase toko dari supermarket menuju parkiran. Maka baju, sandal, parfum, majalah, mainan anak juga ikut terangkut ke rumah.

Belum lagi biaya bensin, biaya parkir, atau ongkos taksi pulang pergi. Ahhh pingsan! Itulah mengapa dahulu setiap pulang belanja bulanan saya langsung bad mood, tak enak makan dan tak enak tidur. Sehabis belanja bulanan mendadak berasa ‘bangkrut’!

Hingga akhirnya saya berkenalan dengan aplikasi belanja Happy Fresh. Semua masalah yang dahulu biasa saya hadapi setiap belanja bulanan teratasi dengan aplikasi ini.

Saya bisa dengan mudah membuat daftar belanja dan estimasi total belanjaan hanya tinggal meng-klik aplikasi yang terinstal di ponsel pintar saya. Saya bisa mempertimbangkan masak-masak barang-barang yang saya masukkan ke ‘cart’ atau keranjang belanja. Sebelum ‘check out’ memutuskan untuk bertransaksi, saya pun bisa memilih kapan waktu yang tepat barang tersebut tiba di rumah.

Dengan nilai pembelanjaan minimal Rp 300 ribu sudah mendapatkan fasilitas bebas ongkos kirim. Pembayaran bisa dengan kartu kredit/debet dan cash on delivery (COD). Usai transaksi, tinggal tunggu sejumlah notifikasi sebelum barang pesanan sampai dengan selamat di rumah.

Sampai di rumah, saya pun masih terkagum-kagum dengan cara kurir mengemas pesanan. Bahan-bahan segar dilengkapi dengan es batu. Makanan atau minuman dipisahkan dengan produk lain dalam shopping bag kain berbeda.

Entah dari mana Happy Fresh mencari untung. Mungkin mereka memang me-‘mark up’ harga. Namun harganya masih relatif murah. Belum lagi Happy Fresh selalu punya cara untuk memberi kejutan manis kepada pelanggannya lewat diskon-diskon menarik. Belakangan malah saya mendapatkan potongan harga Rp 125 ribu untuk pembelanjaan di atas Rp 400 ribu. Sepertinya saya sudah jatuh cinta dengan Happy Fresh. Dan saya masih tak habis pikir dengan emak-emak di luar sana yang punya ponsel pintar terkoneksi internet tapi masih mau capek-capek belanja bulanan sendiri ke  supermarket. Sudah capek, boros pula!

Mau ikutan belanja super hemat seperti saya? Unduh saja aplikasi Happy Fresh di ponsel pintar Anda! Setelah registrasi, aplikasi Anda akan mengecek sendiri lokasi Anda dengan peritel rekanan. Jika ternyata lokasi Anda belum ter-cover ya tunggu saja beberapa bulan hingga kabar baik itu datang. Kalau lokasi Anda sudah ter-cover, silahkan jajal belanja. Anda bisa dapat diskon langsun Rp 50 ribu pada perbelanjaan pertama dengan memasukkan kode: vEG4V

Setelah pembelanjaan pertama, siap-siap Anda ketagihan belanja di Happy Fresh.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: