Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Begini Cerita di Balik Logo Starbuck

435
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Bagi Anda para penggemar Starbucks, tentunya sudah tidak asing lagi dengan logo warna hijau bergambar twin tailed Siren, atau  putri duyung berekor kembar Siren yang terdapat di setiap cangkir atau kemasan produk minuman kopi tersebut. Logo ini sendiri dipilih karena nama Starbucks berasal dari cerita Kapten Ahab, yang berpetualang di lautan lepas sehingga pemilihan siren ini dirasa tepat dan ada keterkaitan.

Simbol Siren juga bukan barang baru di dunia. Konon, simbol Siren ini pertama kali muncul di lantai mosaik gereja katedral di Pesaro, Italia pada abad ketujuh. Kala itu Italia berada di bawah  pemerintahan Kekaisaran Bizantium. Lima abad sesudahnya, gambar Syren juga ditemukan pada mosaik Gereja Katedral Otranto, kota kuno yang berada di tenggara Italia (sekarang menjadi bagian dari Provinsi Lecce-Red).

Masih menurut berbagai sumber literatur, konon di masa lampau  Otranto merupakan kota pelabuhan yang sangat sibuk di Italia. Banyak wisatawan, pendatang, dan seniman dari luar yang singgah ke kota tersebut pada waktu itu. Pada abad ke-13, ilustrasi putri duyung berekor kembar itu mulai menyebar di Eropa. Siren seakan-akan menjadi salah satu model penting dari karya seni abad pertengahan. Gambarnya kerap digunakan untuk menghiasi gereja, beranda yang bertiang (portico), dan naskah-naskah agama.

Pada abad ke-14, sebuah naskah dongeng yang diterbitkan di Prancis menggambarkan kisah Melusine, seorang ratu cantik yang memiliki bagian bawah tubuh seperti ular. Karakter tersebut juga sering dikait-kaitkan dengan Siren si putri duyung berekor ganda.

foto: istimewa
foto: istimewa

Pada tahun 1971, saat Starbuck berdiri, logonya masih mirip dengan simbol asli twin tailed siren. Logo ini didesain oleh Terry Heckled. Setelah diluncurkannya logo ini, mulai timbul kontroversi yang menentang. Banyak yang menentang logo ini, karena bentuknya yang dirasa sangat terbuka, karena gambar putri duyung tersebut telanjang dan jelas-jelas menunjukkan payudaranya, maka logo tersebut harus di revisi. Akhirnya rambut Siren sedikit diturunkan untuk menutupi dadanya. Tetapi itu saja masih belum cukup, ternyata masih juga dianggap kurang sopan karena posisi Siren mengundang kontroversi kembali. Pihak desainer memodifikasi kembali dengan menurunkan posisi gambar Siren, sehingga yang tampak hanya wajah dan sedikit badan dari Siren. Starbucks Coffee telah melakukan empat kali penggantian logo, yaitu pada tahun 1971, 1987, 1982 dan Maret 2011.

Pada tanggal 8 Maret 2011, saat Starbucks merayakan ulang tahunnya yang ke 40. Perayaan ulang tahun Starbucks ini diikuti dengan peluncuran logo Starbucks yang baru. Lingkaran luar pada logo lama yang bertuliskankan “Starbucks Coffee” di dihilangkan. Logo terbaru Starbucks Coffee saat ini hanyalah gambar duyung Syren yang diperbesar dengan dominasi warna hijau dan menjadi tokoh sentral logo baru tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: