Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Hari Terakhir Grand Final IGT presented by LINC Group Suguhkan Duel Sengit di Puncak Leaderboard

298
OBGolf@!
foto : istimewa

Jakartakita.com – Putaran kedua Grand Final Indonesian Golf Tour presented by LINC Group menunjukkan persaingan sengit di puncak leaderboard.

Rinaldi Adiyandono, pimpinan leaderboard sehari sebelumnya, harus berbagi tempat dengan Ian Andrew yang mulai memanas di hari kedua partai puncak Indonesian Golf Tour (IGT) musim 2015 ini.

Setelah bermain dengan skor 70 (dua-di bawah par) pada putaran pertama, Ian membukukan skor 68 (empat-di bawah par), sehingga mengumpulkan skor total 138 (enam-di bawah par). Hasil ini langsung mengangkat nama pegolf Bali itu ke posisi puncak.

“Permainan saya hari ini rapi, termasuk putter-nya lagi bagus,” jelas Ian, juara IGT Seri VII Emeralda Golf November lalu, dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, Rabu (9/12/2015).

Keberhasilan Ian bertengger di puncak memang tidak lepas dari permainan Rinaldi yang kurang beruntung di lima hole terakhir. Rinaldi sempat memimpin dengan skor total sembilan-di bawah par hingga hole 13. Namun, bogey di hole 14, 15, dan 18 langsung mengurangi perolehan skornya menjadi enam-di bawah par. Keduanya mengakhiri permainan pada sore hari di posisi yang sama: peringkat satu.

Keduanya akan bertarung di hari penentuan pada hari Kamis, 10 Desember 2015. Ian optimistis mengulang suksesnya setelah IGT terakhir pada November lalu.

“Saya yakin bisa menang.Kalau ini terealisasi, bisa back to back.  Tidak ada persiapan khusus  untuk besok,  Kami akan bermain satu grup, jadi tahu bagaimana permainan lawan. Rencana permainan tetap sama seperti hari ini. Tidak ada game plan khusus,” jelas Ian.

“Saya yakin saya bisa mengulangi keberhasilan saya di Emeralda, karena permainan saya sedang on the top. Saya yakin bisa,” tegasnya lagi.

Rinaldi sendiri pun sama optimistisnya. Ia melihat permainannya tahun ini sama dengan tahun lalu. Karena itu, ia yakin bisa mencapai hasil terbaik.

“Sama seperti tahun lalu, target saya selalu skor. Melihat hasil tahun ini, permainan saya berkembang dengan baik dan signifikan jika dibandingkan dengan permainan tahun lalu. Tahun lalu skor terbaik saya bermain di BSD (Damai Indah Golf) menyentuh skor 6-di bawah par. Jika melihat tahun lalu saya memang menang dua kali. Tapi, jika dilihat dari average skor,  tahun ini skor saya jauh lebih baik,” jelas pegolf yang tahun depan menargetkan diri untuk lolos Q-School Asian Tour di Thailand.

Meski tertinggal empat pukulan dari para pimpinan leaderboard, George Gandranata, Benita Y. Kasiadi, dan Rudi Anto masih memiliki kesempatan untuk membuat kejutan besok. Peluang mereka masih ada.

Lalu, siapakah yang akan memenangi hadiah utama berupa uang sebesar Rp48 juta?

Cahyo Bertahan, Michela Ambil Alih Pimpinan

Untuk kategori amatir, Cahyo Adhitomo masih bertahan untuk meraih low amateur. Hari ini pegolf yang baru saja menjalani wisuda ini membuat skor 75 (tiga-di atas par), sehingga mengumpulkan skor 144 (even par).  Cahyo unggul enam pukulan dari pegolf amatir lainnya, Dicky Prionggo.

“Saya akui hari ini saya bermain lebih keras agar tidak jatuh. Putting saya berjalan kurang bagus,” kata Cahyo.

Sementara, untuk amatir putri, Michela Tjan memperbaiki permainannya dan langsung mengambil alih pimpinan di divisi putri.Siswi kelas 11 berusia 16 tahun ini membukukan skor 78 (enam-di atas par), dan mengumpulkan skor total 159 (15-di atas par). Ia mengungguli Putri yang hari ini bermain 81 (skor total 160) dengan satu pukulan. “Hari ini saya lebih confident, lebih enak, lebih rapi,” kata Michela.

Kamis 10 Desember, putaran ketiga yang merupakan partai penutup Grand Final Indonesian Golf Tour presented by LINC Group akan dimulai pada pukul 06.30. Pertandingan diperkirakan akan selesai pukul 12.30.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: