Ada PPN 10 Persen Jadi Penyebab Harga Daging Sapi Melonjak

foto: istimewa

foto: istimewa

Jakartakita.com – Sudah beberapa pekan ini, harga daging sapi melonjak pasca berlakunya kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen. Meski pada akhirnya kebijakan ini telah dicabut, namun harga daging sapi masih saja tinggi.

Tingginya harga daging sapi ini juga dipengaruhi langkanya sapi di pasaran. Bahkan disejumlah pasar para pedagang daging sapi memilih untuk tak berjualan karena tingginya harga daging sapi akibat sulitnya pasokan sapi.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin bidang Industri Pengolahan Makan dan Peternakan, Juan Permata Adoe, langkanya daging sapi disebabkan kurangnya suplai sapi di Indonesia. Minimnya suplai dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari kebijakan pemerintah hingga kondisi negara pemasok sapi impor.

Kebijakan pemerintah pada triwulan III-2015 mengenai dipangkasnya 80 persen impor sapi hanya sebesar 50.000 ekor menjadi salah satu penyebabnya. Pasalnya pemangkasan ini mengurangi stok sapi sehingga membuat jumlah sapi potong untuk dilakukan penggemukan pun turut berkurang. Dimana untuk penggemukan sapi sendiri juga diperlukan waktu tiga bulan hingga enam bulan.

Kondisi minimnya suplai sapi ini, membuat peternak tak berniat untuk menjual sapi di bulan Januari. Menurut Juan, saat ini pertenak lebih memilih untuk memelihara sapi mereka ketimbang menjualnya sehingga dapat dijual pada saat hari raya Idul Adha.

Selain itu, kondisi cuara yang sedang terjadi di negara-negara pemasok sapi juga menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan. Saat ini Australia dan Brasil sedang mengalami musim hujan, sedangkan Amerika sedang musim dingin.

Comments

comments




0 thoughts on “Ada PPN 10 Persen Jadi Penyebab Harga Daging Sapi Melonjak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tags

You may also like...

Cari



Follow Us

Lowongan Kerja Jakarta


Kolom Expert – Ekonomi

DR. Agus Tony Poputra
Pengamat Ekonomi - Universitas Sam Ratulangi Manado.

Kolom Expert – Properti

Jakarta News Wire