Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Saputra, Sabuk Pembantu Tunanetra

323
foto: jakartakita.com/Putri Maretha
foto: jakartakita.com/Putri Maretha

Jakartakita.com – “Berawal dari keinginan membantu tuna netra supaya bisa berjalan tanpa tertabrak benda-benda di depannya dan juga meringankan beban si tuna netra tanpa repot memegang tongkat, itu sih awalnya kenapa pengen buat alat ini,” tutur Hanif Faalih Wienico Kusuma dan Akmal Khalid Farhan, pemenang ketiga NYIA 2014, serta peraih silver medal dan special award IEYI 2015 melalui karya “Ikat Pinggang Sistem Ekolokasi Portabel Ber-Output Getaran sebagai Alat Bantu Jalan Penyandang Tuna Netra.”

Sebelum alat ini ada, beberapa alat khusus untuk tuna netra telah dibuat, namun masih banyak kekurangannya. Seperti sepatu dengan sensor, namun rentan terhadap air dan harus menjaga sensor tetap stabil serta susah bergerak. Ada juga tongkat dengan sensor namun menuntun si tuna netra hanya untuk berjalan lurus.

Untuk itu, Hanif yang sekarang berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi terbaru setelah beberapa kali revisi alat tersebut saat dirinya masih di bangku Sekolah Menengah Atas. Diberi nama SAPUTRA alias Sabuk Pembantu Tuna Netra (Sightless Assisting Belt).

Mengapa sabuk? Untuk memudahkan penyandang tuna netra tidak perlu repot memegang dengan tangan, tapi tetap membantunya berjalan tanpa resiko tertabrak benda di depannya. Dengan sistem getar dan bunyi membuat sabuk berfungsi ketika ada benda seukuran pinggang (sensor atas radius 150 cm) akan mengeluarkan getaran, semakin dekat benda maka semakin kencang pula getaran yang dihasilkan. Lalu sensor bawah berfungsi untuk mendeteksi benda-benda seukuran pinggang kebawah juga dengan radius 100cm, sensor bawah ini menghasilkan bunyi ketika ada benda yang berada didekatnya.

Sayangnya, alat ini belum bisa mendeteksi lubang di jalan sehingga alat ini harus diinovasikan lagi supaya dapat sangat membantu para tuna netra dalam berjalan, juga alat ini akan dipikirkan tampilannya agar lebih menarik ketika diletakkan di pinggang sebagai sabuk. (Putri Maretha)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: