Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Hari Terakhir Big Bad Wolf Books

12
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Sebenarnya sebelumnya sudah malas ke sini. Namun melihat teman-teman pencinta buku yang satu persatu posting foto berburu buku di ajang pameran buku-buku berbahasa Inggris terbesar di Indonesia yang buka 24 jam. Bahkan rata-rata teman saya memposting foto berburu buku pada jam lewat tengah malam menjelang Subuh. Dan tampak antri! Masya Allah!

Maka saya pun membulatkan tekad untuk berburu juga. Kapan lagi bisa berburu buku-buku impor dengan harga miring?

Dan yeah! It was really heaven for book lovers. Saya kegirangan bisa berada di antara tumpukan buku. Sebenarnya banyak novel-novel impor yang menarik hati saya, tapi saya malah teringat anak saya Sydney yang suka buku dan saya mulai kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan kritisnya. Alhasil saya cuma fokus berburu buku untuk Sydney.

Tiga jam berburu buku plus antri bayar membuat saya luar biasa ‘gempor’. Mungkin karena saya sangat excited, bolak-balik mengitari area pameran yang luas, sesekali rebutan membuat saya berasa capek.

Namun terbayar dengan senyum ceria Sydney dengan buku-buku barunya.

Secara garis besar penyelenggaraan pameran buku ini cukup amazing. Pihak panitia sampai menyiapkan 30 kasir untuk mencegah antrian panjang. Jadi kasir dibedakan untuk tunai/debit card/credit card dan beberapa kasir khusus nasabah Bank Mandiri (Bank Mandiri salah satu panitia). Sebenarnya antrian Bank Mandiri card holder cukup lengang. Cuma sayang banyak pengunjung yang pura-pura ‘bodoh’ tidak bisa membaca tulisan kasir khusus nasabah Bank Mandiri, pakai kartu lain tapi antri di line khusus Bank Mandiri. Dan tetap ‘dimaafkan’ oleh panitia karena alasan sudah antri.

Ohya, pameran yang sedianya kelar hari ini diperpanjang sampai Senin (9/5/2016) pukul 23.00 WIB. Jadi yang belum ke sana masih ada waktu!

Kalau Anda pencinta buku-buku asing di sini surganya! Dari buku anak, fotografi, arsitektur, desain, novel sampai buku masak ada! Satu-satunya penerbit lokal yang mejeng hanya ‘Mizan’. Semua buku dibanderol sangat miring. Makanya tidak heran banyak juga pemilik toko buku, perpustakaan dan sekolah borong buku di sini.

(Disclaimer: Rubrik “Jakarta Kita” adalah kumpulan artikel non formal yang lebih bersifat opini atau fiksi bukan bagian dari berita resmi jakartakita.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: