Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

“Great Comeback” Terwujudkan, Cavs Juara NBA 2016!

63

cavsJakartakita.com – “Great Comeback” akhirnya terwujudkan di NBA Finals 2016. Cleveland Cavaliers memastikan gelar juara NBA 2016 berkat kemenangan 93-89 atas tuan rumah Golden State Warriors dalam Game 7 yang berlangsung di Oracle Arena, Oakland, Kalifornia, Amerika Serikat, Senin (20/6/2016) pagi WIB.

Dengan kemenangan di Game 7, Cavs memenangi seri final yang menggunakan sistem best-of-seven dengan keunggulan 4-3 atas Warriors. Kemenangan ini menjadi sangat luar biasa, karena Cavs sempat tertinggal 1-3 sampai Game 4, sebelum akhirnya melakukan “Great Comeback” dan memenangi seri final. Inilah untuk pertama kalinya sebuah tim NBA bisa meraih gelar juara setelah sempat berada di ujung tanduk tertinggal 1-3.

Bagi Cavs, keberhasilan menjadi juara adalah untuk pertama kalinya dalam 52 tahun sejarah klub tersebut berdiri. Bagi bintang Cavs, LeBron James, inilah untuk pertamakalinya ia membawa Cavs juara NBA. Ia pernah dua kali menjadi juara NBA, tapi bersama tim Miami Heat. James membela Cavs pada periode 2003-10 dan 2014 sampai saat ini. Akhirnya terpenuhi juga keinginan James untuk membawa tim yang bermarkas di negara bagian kelahirannya, Ohio, menjadi juara.

Selama pertandingan berlangsung, perolehan poin kedua tim berlangsung dengan penuh gejolak. Di babak pertama Cavs unggul 23-22 atas Warriors. Lalu di babak kedua Cavs berbalik tertinggal 42-49. Di babak ketiga, Cavs dapat bangkit dan hanya tertinggal setengah bola 75-76 dari tuan rumah.

Di babak penentuan, kedua tim terus saling kejar mengejar poin. Saat babak ini tersisa 4 menit 39 detik kedudukan imbang 89-89. Lalu rentetan percobaan kedua tim gagal menghasilkan poin.

Jump shot James tak membuahkan  hasil, lalu tembakan tiga angka bintang Warriors Stephen Curry gagal. Fadeaway jump shot James setelah itu juga gagal, begitu juga turnaround fadeaway shot Klay Thompson.

Saat pertandingan tersisa tiga menit, sebuah lay-up James diblok Andre Iguodala. Tapi 10 detik kemudian, tembakan tiga angka Iguodala tak tepat masuk keranjang. Kevin Love lalu mencoba peruntungannya dengan sebuah hook shot, gagal menghasilkan poin. Demikian juga tembakan tiga angka Draymond Green setelah itu.

Saat tersisa semenit 25 detik, jump shot James kembali gagal. Curry mencoba melesakkan tiga angka setelah itu, tapi tak mampu menjaringkan bola.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan saat pertandingan tersisa 53 detik. Tembakan tiga angka Kyrie Irving membawa Cavs unggul 92-89. Setelah itu Curry berusaha membayar dengan tiga angka juga, tapi tembakannya tak menghasilkan akibat pertahanan ketat Love. Irving lalu berusaha menambah keunggulan Cavs, tapi lay-up yang dilakukannya dapat diblok Iguodala.

Saat pertandingan tersisa 10,6 detik James mencoba melakukan jump shot, tapi dilanggar Green. Dua free throws dilakukan James, yang pertama gagal sedangkan yang kedua berhasil. Kedudukan menjadi 93-89. Mendekati akhir pertandingan tembakan tiga angka Curry dan Marreese Speights gagal membuahkan hasil untuk Warriors, sehingga keunggulan 93-89 Cavs atas Warriors menjadi hasil akhir pertandingan.

James dengan gemilang menghasilkan triple-double dalam pertandingan penentuan ini untuk Cavs, tak mengherankan ia terpilih sebagai Finals MVP (most valuable players). Ia mencetak 27 poin, 11 rebound, dan 11 asis, plus 2 steal serta 3 blok. Irving menyumbangkan 26 poin dan enam rebound. JR Smith 12 poin, Kevin Love sembilan poin dan 14 rebound, Tristan Thompson sembilan poin, Iman Shumpert enam poin, Richard Jefferson dan Maurice Williams masing-masing dua poin.

Dari kubu Warriors, Draymond Green tampil cemerlang dengan 32 poin dan 15 rebound plus sembilan asis. Curry ‘melempem’, hanya 17 poin dengan hanya empat dari 14 percobaan tembakan tiga angka yang berhasil dilesakkannya. Klay Thompson 14 poin, Harrison Barnes 10 poin, dan Shaun Livingston delapan poin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: