Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Serunya Hunting Foto Bareng Komunitas HIPI

120
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Jakartakita.com – Matahari baru saja terbit. Namun sejumlah orang lengkap dengan ‘perlengkapan perang’ ala fotografer sudah berkumpul di Xtainment Jatinegara pada Sabtu (30/7/2016) pagi. Rencananya sekitar 70 orang yang merupakan pehobi, penikmat dan penyuka fotografi ini akan mengikuti hunting foto bareng bersama komunitas HIPI (Humanity Photography Indonesia) di seputaran Jatinegara.

foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Ini adalah kali pertama HIPI  menggelar hunting foto bareng, sejak didirikan Juli 2011. Hunting foto bareng bertajuk “Kita Peduli” ini  digelar serentak di 22 kota, antara lain di; Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Sidoarjo, Solo, Jambi, Tembilahan, Banjarmasin, Dompu, dan lainnya.

Meski baru even perdana, tidak membuat kegiatan hunting bareng HIPI kali ini sepi sponsor. Terbukti, sejumlah brand besar seperti Nikon, Viro, Homyped, FIF Group, Kino, Lafotogalerie, DGRA dan MWP Studios ikut mensponsori Hunbar HIPI 2016. Sejumlah media ternama pun ikut serta dalam kegiatan ini.

foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Untuk kota Jakarta sendiri,  area hunting di fokuskan di sekitaran Terminal Kampung Melayu, pemukiman warga sekitar Rumah Susun Jatinegara, Pabrik Tahu dan Pasar Jatinegara.

Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Mereka menilai hal itu begitu menarik karena selain bisa menjadi ajang penyaluran hobi juga dapat memperluas jaringan perkenalan diantara para peminat fotografi.

foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Tidak semua peserta adalah mereka yang berprofesi sebagai fotografer. Banyak juga dari mereka yang hanya menjadikan fotografi sebagai hobi serius. Salah satunya Markus, pria lajang yang berprofesi sebagai dokter anak di RS Siloam Kebun Jeruk.

Markus mengaku tertarik menggeluti fotografi untuk mengisi waktu senggangnya. Markus pun sering mengikuti kegiatan serupa untuk meningkatkan kemampuannya dalam memotret. Bahkan hasil fotonya pernah membawanya berkeliling Jepang karena menang kompetisi memotret.

Pada acara hunbar HIPI 2016, Markus didapuk sebagai ketua kelompok 1, dimana saya ikut serta. Sepanjang perjalanan, Markus tak pelit berbagi ilmu memotret kepada rombongan.

foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Senada dengan itu, Maxie Ellia dari Komunitas Indonesia Street Photography yang sehari-hari berprofesi sebagai advokat  dan fotografer ini mengungkapkan, ajang hunting bareng seperti event yang diselenggarakan HIPI ini sebagai sarana untuk menambah wawasan dan skil terkait fotografi.

“Sebenarnya humanity photography itu bagian dari street photography. Kalau di humanity yang dititik beratkan adalah human interet di dalam setiap jepretan. Sedangkan kalau di street photography sah-sah saja kalau hanya memotret ekspresi kucing, atau kaki orang saja,” ujar Maxie.

Selama kurang lebih dua setengah jam, rombongan berjalan kaki dari Xtainment Jatinegara, menuju Terminal Kampung Melayu, pinggiran kali dekat pemukiman kumuh warga Jatinegara, pabrik tahu, Pasar Jatinegara dan kembali ke Xtainment. Setiap peserta terlihat sumringah mendapatkan hasil buruannya. Tak terlihat sedikitpun rasa capek, meski berjam-jam harus mengelilingi objek-objek foto di seputaran Pasar Jatinegara. Terik matahari, debu, dan asap knalpot sepertinya bukan kendala berarti bagi mereka yang kebanyakan sehari-hari bekerja di ruang ber-AC dan tidak pernah naik angkot apalagi jalan kaki.

foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Sesampainya di Xtainment Jatinegara, Michael Ken atau akrab dipanggil Mike, founder HIPI menyambut rombongan dengan senyuman khasnya. Mike pun meminta setiap peserta mengumpulkan dua foto terbaiknya untuk dikurasi. Foto-foto tersebut nantinya akan dipilih yang terbaik dan dibedah pada acara puncak bersama fotografer kenamaan Mario Wibowo.

Pada acara puncak selepas hunting foto bareng, Mike pun membagikan sedikit cerita mengenai HIPI kepada puluhan peserta. Mike menyebut komunitas HIPI bukan sekedar street photography. Dengan mengusung moto,  “Dari balik lensa, kita peduli akan kemanusiaan Indonesia”, Mike ingin hasil jepretan HIPI mampu menggugah kesadaran orang-orang terhadap kemanusiaan dan lingkungan hidup rakyat Indonesia di kesehariannya dalam suku dan kultur masing-masing. Galeri foto HIPI menampilkan foto-foto pilihan hanya dalam konteks Humanity dan Social Documentary.

foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani
foto: Jakartakita.com/Risma Budiyani

Masih menurut Mike, tak jauh beda dengan street photography, HIPI juga mengedepankan hasil jepretan se-natural mungkin. Tidak ada unsur background hasil ‘settingan’ untuk efek dramatis. Biarkan semua hasil jepretan dibuat dari situasi dan kondisi yang apa adanya. Namun, Mike membebaskan bila anggotanya sedikit mengarahkan objek foto, misalkan meminta objek untuk menoleh ke arah tertentu.

foto: Mario Wibowo Photos Studio
foto: Mario Wibowo Photos Studio

Bagi Anda yang tertarik untuk bergabung atau ikut serta pada acara HIPI selanjutnya, silahkan  join melalui berbagai akun sosial media yang tersedia seperti di facebook yaitu Facebook.com/groups/humanityphotographyindonesia dan di InstaGram @humanityphotoid.

Sampai jumpa di event HIPI selanjutnya!

1 Comment
  1. Mike says

    Ulasan yang menarik, terima kasih sekali sudah datang, meliput dan ikut serta pada event HUNBAR “KIta Peduli” HIPI (Humanity Photography Indonesia) / @humanityphotoid.
    Terima kasih!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: