Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Unilever Food Solution Gelar Kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh

66
foto : ikung adiwar
foto : ikung adiwar

Jakartakita.com – Tradisi membawakan oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat sepulang dari perjalanan, tidak hanya mengakar kuat dalam masyarakat, tapi juga menjadi salah satu faktor pendukung perekonomian Indonesia.

Menyadari besarnya potensi oleh-oleh bagi industri bakery, pastry dan pariwisata Indonesia, Unilever Food Solution (UFS) menyelenggarakan Kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh.

Kompetisi ini menjadi sebuah ajang bagi para pelaku industri bakery dan pastry dari Sabang hingga Merauke untuk menyalurkan kreativitas dalam menciptakan ragam kreasi oleh-oleh khas nusantara.

“Para pelaku industri bakery dan pastry berperan penting menghadirkan sajian oleh-oleh khas masing-masing daerah Indonesia. Ragam variasi oleh-oleh khas daerah dapat berkontribusi mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah tersebut, terlebih lagi fakta menyebutkan tiga dari empat orang Indonesia memilih produk makanan atau kue sebagai oleh-oleh. Kami di UFS menyadari besarnya potensi oleh-oleh ini, terutama bagi pelaku industri bakery dan pastry. Untuk itu kami mengadakan kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, professional chef dan juga traveler. Kompetisi ini juga sejalan dengan strategi Unilever Sustainable Living Plan yang memiliki visi memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, terutama para pelaku industri bakery dan pastry,” papar Thomas Agus Pamudji selaku Managing Director Unilever Food Solution PT Unilever Indonesia Tbk di Jakarta, Kamis (8/9/2016).

“UFS berharap kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh ini mendapatkan apresiasi yang besar dari pelaku industri bakery dan pastry sehingga mampu memperkenalkan potensi kuliner oleh-oleh khas nusantara, sekaligus turut berkontribusi dalam pengembangan industri pastry dan bakery di Indonesia. Ini merupakan langkah awal untuk memajukan kuliner oleh-oleh Indonesia,” sambung Thomas.

Para pelaku industri bakery dan pastry di seluruh Indonesia dapat mendaftarkan diri dan kreasi kue andalannya melalui www.masteroleholeh.com selama periode 1 September – 14 Oktober 2016.

Tiga kreasi oleh-oleh terbaik dari setiap provinsi akan dipilih berdasarkan voting masyarakat melalui website tersebut selama periode 1 September – 31 Oktober 2016.

Pada bulan November 2016, tiga oleh-oleh terbaik dari tiap provinsi yang terpilih akan dikirimkan ke Jakarta untuk tahap penjurian semifinal yang akan memilih satu oleh-oleh terbaik dari setiap provinsi, untuk kemudian dipilih tiga pemenang utama Blue Band Master Oleh-Oleh yang akan dinilai berdasarkan dari rasa, tampilan, dan keunikan yang akan diumumkan pada bulan Desember 2016.

Dewan juri yang akan menilai terdiri dari tiga juri dari latar belakang yang berbeda-beda, yaitu Dadang Rizki Ratman selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; Chef Rahmat Kusnedi, seorang pastry chef yang telah menggeluti dunia baking di Indonesia selama 20 tahun; dan Trinity, seorang traveler dan penulis buku seri ‘The Naked Traveler’ yang telah berkelana hampir ke seluruh provinsi di Indonesia dan 73 negara di dunia.

Temukan informasi lebih lanjut seputar Blue Band Master Oleh-Oleh, share informasinya menggunakan hashtag #MasterOlehOleh dan jangan lupa dukung oleh-oleh pilihan favorit Anda di www.masteroleholeh.com!”

Kontribusi Ekonomi

Tidak hanya bagi pelaku industry bakery dan pastry, komoditas oleh-oleh pun dapat berkontribusi bagi sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia. Pada tahun 2015, pertumbuhan pariwisata Indonesia meningkat sebesar 7,2%, melampaui pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,4%1 yang secara tidak langsung menempatkan Pariwisata Indonesia pada peringkat 50 di dunia, atau naik 20 peringkat dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Saat ini, sektor pariwisata Indonesia telah berkontribusi sekitar 4% dari total perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Dadang Rizki Ratman selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menjelaskan, dengan 34 provinsi, Indonesia menyimpan banyak keragaman citarasa oleh-oleh yang khas di tiap daerah.

foto : ikung adiwar
foto : ikung adiwar

“Kekayaan kuliner, termasuk oleh-oleh, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan selain beragam destinasi yang menawarkan keindahan alam, hiburan, dan lainnya,” jelas Dadang.

Menurut survey di tahun 2016, sekitar 98% masyarakat membeli oleh-oleh saat berlibur. Bila kita dapat mengembangkan potensi industry oleh-oleh di setiap daerah Indonesia, maka sektor pariwisata daerah tersebut pun akan berkembang, dan kontribusi tehadap perekonomian semakin besar.

“Peningkatan ekonomi masyarakat dilain pihak akan semakin mendorong kemampuan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata dan berbelanja oleh-oleh khas Nusantara. Jadi potensi industri seputar oleh-oleh ini memang sangat besar,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Chef Rahmat Kusnedi selaku Pastry Chef dan President of Indonesia Pastry Alliance yang menjadi salah satu juri kompetisi.

“Saya sadar bahwa tidak banyak kompetisi yang berfokus di industri oleh-oleh dengan skala nasional dan ini merupakan suatu wadah yang baik dan dapat membantu membuka peluang mereka yang ada di pelosok sampai perkotaan untuk berkembang. Kini semakin banyak industri pastry dan bakery yang bermunculan menawarkan beragam jenis oleh-oleh dengan keunikan dan citarasa khas nusantara melalui berbagai media, bahkan anak-anak muda kreatif pun meliriknya. Sebagai salah satu dewan juri yang akan menilai, saya berharap dapat melihat beragam kreasi yang unik dan kreatif tersebut sehingga semakin memperkaya keragaman kuliner nusantara, khususnya oleh-oleh,” tandasnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: