Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Gelar Unjuk Rasa Tolak Saham PGE Dijual

54
foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Sekitar 1.500 pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (10/11/2016) kemarin.

Mereka menolak inisiasi pengambil-alihan kepemilikan saham PT Pertamina (Persero)  di PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE)  oleh PT PLN (Persero) yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Penasehat FSPPB, Ugan Suganda mengatakan, konsep pengambil-alihan kepemilikan saham PT Pertamina di PGE oleh pihak manapun termasuk oleh PLN, bukanlah solusi yang tepat untuk mempercepat pengembangan panas bumi di Indonesia.

foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Pengambil alihan saham merupakan upaya pengkerdilan bisnis Pertamina sebagai perusahaan yang sejak tahun 1974 terus berkomitmen melakukan pengembangan panas bumi di Indonesia,

“Ditegaskan dalam Anggaran Dasar bahwa Pertamina merupakan perusahaan energi. Pengambilalihan saham juga tidak akan mengakselerasi dan menambah kapasitas terpasang panas bumi yang telah direncanakan dan ditargetkan oleh PGE,” jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Ugan, pengambilalihan PGE tersebut tidak akan mendukung pencapaian target bauran energi 2025 yang telah dicanangkan oleh Pemerintah (target sekitar 7.2 GW di Wilayah Kuasa Pengusahaan Panas Bumi (WKP Eksisting). Sehingga pengambilalihan saham bisa menyebabkan iklim investasi panas bumi menjadi tidak sehat.

“Konsep pengambil alihan saham juga bertentangan dengan semangat untuk mengutamakan sumber energi baru terbarukan (termasuk panas bumi)  dalam pemanfaatan sumber energi primer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat(2)  UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan,” paparnya.

foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Lebih lanjut Ugan mengatakan, pengambilalihan saham juga akan memicu potensi masalah hukum diantaranya potensi terlepasnya 12 WKP Eksisting yang saat ini dikelola oleh PGE. Akibatnya, operasional pengembangan panas bumi pada WKP Eksisting menjadi terkendala dan bisa digugat oleh Kontraktor Kontrak Operasi Bersama Dalam.

“Pengambil alihan PGE oleh PLN akan membuat harga jual listrik PGE menjadi lebih murah,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, Menteri BUMN, Rini Soemarno akhirnya menemui pekerja Pertamina dan Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang berunjuk rasa.

Sambil menunggu hasil keputusan dari dialog tersebut, para pekerja yang mengenakan kaos merah bertuliskan #PGE 100% yang menolak diambil alih oleh PLN dan menegaskan bahwa PGE tetap 100% Pertamina. (Edi Triyono)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: