Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

COTTONINK, Brand Fashion Lokal yang Unjuk Gigi di Kancah Internasional

71
foto : jakartakita.com/ikung adiwar
foto : jakartakita.com/ikung adiwar

Jakartakita.com – COTTONINK, Brand fashion lokal siap pakai yang didirikan oleh Carline Darjanto dan Ria Sawvono telah memasuki delapan tahun perjalanan sebagai salah satu brand fashion lokal tanah air yang digemari oleh wanita Indonesia.

Dimulai dari keinginan untuk mendirikan bisnis sendiri bermodalkan pengetahuan di bidang fashion, Carline dan Ria mengambil langkah berani untuk memproduksi design pertama mereka, yang kemudian dipromosikan melalui internet.

“Awalnya kami hanya memproduksi basic tee dan syal dengan konsep yang berbeda yang dapat dibeli melalui situs Blogspot, dimana saat itu komunitas online sedang berkembang. Selain itu, kami juga mencoba untuk memanfaatkan platform social media untuk mempromosikan produk COTTONINK, tak disangka kami mendapat banyak tanggapan positif dari customer yang temyata sangat menyukai produk COTTONINK,” papar Ria Samono, Brand & Marketing Director COTTONINK di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

la menuturkan, bahwa antusias yang diterima masyarakat, membuat duo sahabat ini memutuskan untuk terus mengembangkan COTTONINK dengan menghadirkan rangkaian koleksi pakaian wanita dengan design yang simpel dan kasual namun tetap menarik untuk dikenakan.

“Di tahun 2011 kami meluncurkan official webstore COTTONINK dan menghadirkan koleksi pakaian dengan konsep ‘casual with a twist’ dimana setiap koleksi kami memiliki design yang simpel, kasual dan dapat dikenakan oleh berbagai karakter style perempuan Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ria menyampaikan bahwa dalam mengembangkan COTTONINK tentu diiringi oleh tantangan dan pembelajaran.

“Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah bagaimana membuat COTTONINK berbeda dibandingkan brand fashion lokal wanita lainnya. Solusi yang kami terus terapkan hingga saat ini adalah dengan terus berinovasi, dengan menghadirkan koleksi kolaborasi hingga membuka offline store,” jelasnya.

“Strategi lainnya yang kami terus lakukan adalah dengan melakukan research dan mendengarkan keinginan customer terhadap COTTONlNK. Customer merupakan elemen yang paling panting dalam bisnis kami. Tentu dengan mendengarkan dan merealisasikan kemauan customer, COTTONINK dapat memberikan sebuah pengalaman belanja yang berbeda dan menghasilkan banyak loyal customer kedepannya,” jelas Ria.

Ia melanjutkan, walaupun telah memiliki offline store, Ria mengaku bahwa aktivitas belanja online melalui website COTTONINK terus berjalan dengan kuat, dimana saat ini customer yang berbelanja pun hingga merambah lntemasional.

“COTTONINK mempakan brand fashion lokal yang sepenuhnya di produksi di Indonesia, mulai dari proses design, jahit hingga operasional semua dilakukan dengan resources dari dalam negeri. Walaupun begitu customer yang mengakses dan berbelanja produk kami pun berasal dari berbagai mancanegara, termasuk negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia hingga Australia dan Amerika,” paparnya.

Menurut dia, COTTONINK mempunyai trik tersendiri untuk menjangkau customer yang tinggai di berbagai belahan dunia.

“COTTONINK merupakan salah satu brand fashion lokal dengan online exposure yang kuat. Kami memulai bisnis melalui online platform dan terus menggunakan platform tersebut untuk terhubung dengan customer kami di berbagai belahan dunia. Kami berupaya untuk terus menjangkau customer dengan meningkatkan brand exposure dan engagement melalui social media serta hashtag #youxcottonink, dimana customer dapat membagikan momen ketika menggunakan produk COTTONINK di social media mereka masing-masing. Melalui strategi pemasaran ini, kami telah membangun dan terus mengembangkan social media community COTTONINK higga ke pasar Intemasional,” terangnya.

Ria berharap, bahwa kedepannya COTTONINK akan terus menjadi brand fashion lokal pilihan dan terus memimpin industri fashion Indonesia.

“Melalui koleksi COTTONINK kami mengajak perempuan Indonesia untuk tetap tampil stylish tanpa harus mengenakan pakaian dengan design yang berlebihan. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa less is more; perempuan dapat tetap percaya diri walau mengenakan pakaian yang simpel tanpa harus memikirkan pendapat orang lain. That’s empowering and stylish at the same time. Selain itu kami juga mulai mengangkat pesan ‘made localy, wear proudly’, dimana kami ingin membuktikan bahwa brand fashion lokal memiliki kualitas yang dan desain yang selalu on-trend sehingga dan tidak kalah saing dibandingkan dengan brand fashion Iuar Iainnya,” pungkas Ria.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: