JOOX Klaim Sebagai Market Leader di Kategori Aplikasi Musik Streaming

foto : jakartakita.com/ikung adiwar

foto : jakartakita.com/ikung adiwar

Jakartakita.com – Menandai kesuksesan tahun pertama, JOOX memimpin industri musik streaming di Indonesia dengan terpilih sebagai layanan musik streaming terfavorit di empat negara Asia, termasuk Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam studi yang dilakukan oleh McKinsey mengenai bagaimana digitalisasi membawa pengaruh positif dalam perkembangan ekonomi Asia, termasuk dalam sektor industry musik.

Studi ini juga memaparkan bahwa pendapatan musik digital di Asia tumbuh lebih cepat dari industri musik dalam skala global. Industri musik digital di Asia tumbuh sebanyak 8.8 persen per tahun dengan prediksi kenaikan sebanyak 15 persen pada tahun 2020.

Sejalan dengan hal ini, International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) melalui Global Music Report 2016 menjelaskan peningkatan angka pengguna smartphone serta pengembangan infrastruktur berbasis internet turut mendukung perkembangan industri musik digital, khususnya layanan musik streaming.

McKinsey juga menjelaskan, pada awal tahun 2011, pendapatan dari unduh lagu 72 persen lebih tinggi bila dibandingkan pendapatan musik digital. Namun di tahun 2015, rasio ini berubah menjadi 43 persen untuk musik digital berbanding 45 persen pendapatan unduh lagu.

Benny Ho, Senior Director Tencent mengungkapkan, berubahnya pola konsumsi musik merupakan sebuah potensi besar yang masih akan terus berkembang dalam dunia digital.

Hal ini mendorong Tencent untuk terus mengembangkan platform digital music JOOX, yang tidak hanya selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan konten musik berkualitas, namun juga mengembangkan sebuah platform yang dapat terintegrasi sebagai strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan.

“Tidak dapat dipungkiri perubahan model bisnis dalam industri musik turut mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan lainnya yang mulai melirik platform digital sebagai medium yang dapat membantu para pemasar untuk menyentuh segmentasi pasar yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya, di Jakarta, Rabu (30/11) kemarin.

Diluncurkan pada tahun 2015 lalu, JOOX terus berinovasi menawarkan solusi tepat bagi konsumen untuk mendapatkan konten musik berkualitas secara legal dan aman, serta memberikan kanal distribusi baru bagi label musik.

Kehadiran JOOX juga membantu mengakselerasi perkembangan industri musik lebih sehat dengan cara menjaga hak cipta karya kreatif.

Tahun ini, JOOX menjadi salah satu aplikasi yang sangat diminati dan dominan untuk platform IOS dan Google Play serta menjadi nomor 1 di kategori aplikasi musik streaming berdasarkan survey AppsAnnie.

JOOX menyediakan konten musik legal yang telah terakurasi dengan memperhatikan tren musik lokal, proses identifikasi dan akurasi musik yang dilakukan menghadirkan konten musik yang selalu up to date, baik lokal maupun internasional, sesuai dengan apa yang diminati oleh konsumen pada saat itu.

Hal ini memberikan keuntungan bagi JOOX untuk mendapatkan data dan kebiasaan pengguna secara akurat.

Dari data yang diperoleh McKinsey, sekitar 50% pendapatan musik streaming di tahun 2015 berasal dari pasar usia di bawah 35 tahun. JOOX juga melaporkan lebih dari 80 % pengguna musik streaming di ASEAN berusia di bawah 35 tahun.

foto : jakartakita.com/ikung adiwar

foto : jakartakita.com/ikung adiwar

Data yang diperoleh untuk memenuhi keinginan pengguna akan konten musik berkualitas, membuat JOOX dengan mudah menganalisa tingginya potensi para penikmat musik di Asia. “JOOX membuka peluang bagi perusahaan untuk menyentuh pasar anak muda dan urban melalui data yang kami miliki. Melalui cara ini para pelaku bisnis dapat menyampaikan pesan perusahaan ke audiens yang tepat dan meningkatkan efisiensi perusahaan,” tambah Benny.

Menegaskan posisi sebagai pemain terkuat di industri musik streaming, JOOX menggandeng Telkomsel sebagai rekan dalam menyasar konsumen di Indonesia. JOOX juga memperluas jaringannya dengan menjalin kerja sama dengan label musik internasional dan lokal, seperti Sony Music, Universal, Warner Music, Musica Trinity, Aquarius, Nagaswara serta label independent lainnya. Selain itu, JOOX juga kerap menyelenggarakan event mini concert bernama JOOX LIVE untuk memenuhi kebutuhan para penikmat musik di Indonesia.

“Sebagai pemain terkuat di Asia, kami terus meningkatkan kualitas dan berinovasi untuk memenuhi keinginan pecinta musik di Indonesia. Di perayaan satu tahun JOOX di Indonesia, kami juga memperkenalkan inovasi terbaru kami, V-Station yang memberikan kesempatan bagi penikmat musik dan para musisi untuk saling berkomunikasi. Fitur terbaru ini memberikan pengalaman video chatting yang berbeda dari sebelumnya.  Kami sangat senang dapat menjadi satu-satunya penyedia layanan musik streaming yang memiliki fitur unik ini,” jelas Benny.

“Kami juga berharap JOOX dapat membuka kesempatan bagi perusahaan untuk menjangkau pasar anak muda melalui ketertarikan mereka dalam musik. Semoga ke depannya JOOX dapat menjadi medium pemasaran baru bagi seluruh perusahaan industri kreatif digital di Indonesia,” tandas Benny.

 

Comments

comments




0 thoughts on “JOOX Klaim Sebagai Market Leader di Kategori Aplikasi Musik Streaming”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tags

You may also like...

Cari



Follow Us

Lowongan Kerja Jakarta


Kolom Expert – Ekonomi

DR. Agus Tony Poputra
Pengamat Ekonomi - Universitas Sam Ratulangi Manado.

Kolom Expert – Properti

Ignatius Untung
Country General Manager Rumah123

Jakarta News Wire