Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Dana Sawit Diproyeksikan untuk Terus Mendukung Mandatori Biodiesel

36
foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Tahun 2017 ini, dana sawit atau CPO Fund yang dihimpun dari perusahaan-perusahaan sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit diproyeksikan akan terus mendukung program B20 atau mandatori biodiesel sebesar 20% dalam campuran Bio Solar.

“Dana yang disiapkan untuk dukungan tersebut mencapai Rp 9,6 triliun, sehingga subsidi per liter lebih kecil dari tahun 2016 yang mencapai Rp 4.500-Rp 5.500,” kata Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit, kepada wartawan di kantornya di Jakarta, Selasa (10/01/2017).

Jumlah tersebut, terang Bayu, sedikit turun dari dana sawit yang digunakan untuk mendukung program B20 pada tahun 2016 yang mencapai Rp 10,6 triliun.

“Selama tahun 2016 program B20 dari Kementerian ESDM dengan dukungan dana sawit telah menyerap 2,7 KL biodiesel sawit, lebi besar dari target 2016 (PSO+PLN) yang 2,5 juta KL,” papar Bayu.

foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Ditambahkan, pada tahun 2017 ini, selain dipakai untuk subsidi biodiesel, celengan sawit tersebut juga akan dimanfaatkan untuk peremajaan kebun rakyat sebesar Rp 400 miliar.

“Ditambah dukungan untuk pengembangan sarana prasarana petani Rp 160 miliar, sehingga total dukungan dana yang langsung akan diterima petani mencapai Rp 560 miliar,” jelasnya.

Sementara untuk dana promosi dan diplomasi sawit, sambung Bayu, disiapkan sebesar Rp 65 miliar dengan fokus pada pasar India, Pakistan, Belanda dan Tiongkok, ditambah perhatian khusus pada pasar dalam negeri, Italia, Spanyol dan AS.

“Total penerimaan dana sawit 2017 diproyeksikan  mencapai Rp 10,3 triliun dengan saldo kewajiban dan cadangan dana 2016 mencapai Rp 5,7 triliun,” jelas Bayu.

Lebih lanjut dijelaskan, walaupun nilai ekspor naik, sebaliknya volume produksi turun sebesar 2%. Pada volume 2016, ekspor CPO mencapai 25,7 juta ton sedangkan tahun sebelumnya mencapai 26,2 juta ton.

“Kenaikan harga CPO dunia diakui oleh pengamat Internasional karena ada faktor penurunan produksi dari akibat Elnino pada tahun 2015 di Indonesia dan Malaysia, serta akibat keberhasilan program mandatori biodiesel,” tandas Bayu.  (Edi Triyono)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: