Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

CTI IT Infrastructure Summit 2017 Hadirkan Teknologi dan Best Practice Machine Learning

68
foto : dok. CTI
foto : dok. CTI

Jakartakita.com – PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI), menggelar konferensi dan pameran infrastruktur TI, CTI IT Infrastructure Summit 2017 dengan fokus pada solusi Machine Learning untuk meningkatkan revenue dan pertumbuhan bisnis.

Kegiatan yang dihelat di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (08/3/2017) kemarin ini, dihadiri ratusan profesional TI, keuangan, sales dan lainnya dari berbagai industry.

CTI IT Infrastructure Summit 2017 yang memasuki tahun keempat ini menampilkan puluhan pembicara dan praktisi bisnis terkemuka serta demo teknologi dan solusi infrastruktur TI dari CTI Technology Center, vendor teknologi dunia dan para mitra bisnis CTI Group.

Setiap tahunnya, konferensi ini selalu menyajikan topik teknologi terbaru yang diprediksi akan menjadi tren di kalangan industri dalam setahun ke depan.

Adapun pada tahun ini, mengangkat tema “Machine Learning: Capitalizing the Information of Everything to Drive Your Digital Business”, dengan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Vice President (Southeast Asia) Gartner Advisory Jonathan Krause, dan CTO Software and Cognitive Solutions IBM Asia Pacific Shanker V Selvadurai sebagai keynote speakers.

Suasana seminar semakin hangat saat diskusi panel mengupas lebih dalam terkait adopsi Machine Learning di berbagai industri yang melibatkan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Executive Director Head of Digibank DBS Indonesia Leonardo Koesmanto, dan COO DataSpark, part of Singtel Group, Ying Shao Wei, dan dimoderatori oleh ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Prof. Richardus Eko Indrajit.

“Machine Learning dapat bekerja mulai dari hal sederhana seperti menerjemahkan konten, mencegah cyber attack dan fraud, sampai meningkatkan harapan hidup masyarakat, salah satunya melalui inovasi rem darurat otomatis yang mencegah risiko kecelakaan berkendara hingga 16%. Dengan beragamnya tugas yang dapat dijalankan teknologi ini, para peneliti dari Oxford University memprediksi 47% dari lapangan kerja di US akan tergantikan oleh robot pada 2034. Walaupun terdengar mengkhawatirkan, namun dengan pemanfaatan yang tepat Machine Learning dapat berjalan beriringan dengan manusia tanpa ada yang menggantikan satu sama lain. Untuk itu, melalui CTI IT Infrastructure Summit 2017, profesional bisnis yang hadir dapat belajar dari para pembicara ahli tentang bagaimana mengadopsi Machine Learning dengan tepat dan menyingkap semua peluang yang selama ini terkubur dalam tumpukan data,” jelas Direktur CTI Group Rachmat Gunawan.

“Machine Learning saat ini banyak digunakan di korporasi tetapi lebih kepada pemanfaatan internal, yaitu untuk supervisi. Korporasi dengan pabrik dan pegawainya yang tersebar di berbagai lokasi dapat melakukan pengawasan dengan lebih mudah melalui teknologi ini. Diharapkan dengan berkembangnya bisnis dan infrastruktur ke depan,  implementasi Machine Learning bisa lebih luas lagi dan akan meningkat dari sisi suplai,” ujar Rudiantara saat audiensi dengan tim CTI Group.

Sebelumnya, lembaga riset Gartner menyebutkan, teknologi mesin pintar, salah satunya Machine Learning, akan menjadi teknologi yang paling mendisrupsi pasar selama 10 tahun ke depan berkat meningkatnya kemampuan computing, lonjakan jumlah data, dan kemajuan deep neural network yang memungkinkan organisasi memanfaatkan data bisnis untuk beradaptasi dengan situasi baru dan memecahkan masalah.

Sementara, Deloitte mencatat 300 juta smartphone akan memiliki kemampuan Machine Learning pada 2017.

Ini menandakan perangkat mobile akan mampu melakukan tugas Machine Learning tanpa konektivitas Internet yang akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi di setiap industri, pasar dan masyarakat.

“Kita saat ini berada di era digital dimana data berkembang sangat cepat dan memerlukan pendekatan yang baru dalam teknologi dan strategi. Sekitar 80 persen data yang tersebar adalah Dark Data (tidak teridentifikasi) yang tidak hanya berupa teks tapi juga gambar, video dan suara. Untuk itu IBM memiliki solusi pendekatan Cognitive yang mampu menganalisa, memberikan rekomendasi di seluruh industri. IBM Watson merupakan produk dari solusi Cognitive kami yang memiliki kemampuan untuk membuka data-data yang tidak teridentifikasi tersebut,” jelas Presiden Direktur IBM Indonesia Gunawan Susanto.

CTI IT Infrastructure Summit 2017 didukung oleh lembaga riset Gartner dan Grab Indonesia serta vendor-vendor TI terkemuka di dunia, seperti IBM, FireEye, Dell-EMC, Fujitsu, Hewlett-Packard Enterprise, F5, Hitachi Data Systems, Lexmark,  Varonis, DataSpark, dan Samsung.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: