Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Perkuat Brand Purpose-nya, Vaseline Luncurkan Vaseline Repairing Jelly

76
foto : istimewa
foto : istimewa

Jakartakita.com – Vaseline, merek perawatan kulit produksi PT Unilever Indonesia Tbk. secara resmi meluncurkan Vaseline Repairing Jelly di Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7).

Melalui peluncuran ini, Vaseline semakin memperkuat brand purpose-nya, yaitu menginspirasi masyarakat Indonesia untuk lebih peduli kepada kesehatan kulit dan mendorong mereka untuk percaya bahwa kulit yang sehat dapat dimiliki oleh semua orang.

“Sejak pertamakali diciptakan di Amerika tahun 1870, Vaseline Repairing Jelly telah tersebar di berbagai benua dan dipercaya sebagai pilihan paling aman untuk memperbaiki berbagai masalah kulit, khususnya kulit ekstra kering. Melalui hadirnya Vaseline Repairing Jelly secara resmi di Indonesia, masyarakat Indonesia kini dapat bergabung dengan ratusan juta orang di seluruh dunia yang telah menikmati manfaat dari kekuatan memperbaiki yang dimiliki oleh produk ini,” terang Mahnessa Siregar selaku Brand Manager Vaseline, PT Unilever Indonesia, Tbk. di Jakarta, Rabu (26/7),

Dijelaskan, selain memperbaiki kulit ekstra kering, produk yang sering disebut sebagai Wonder Jelly ini juga dapat memperbaiki berbagaijenis masalah kulit lain seperti: membantu menyembuhkan luka gores kecil, kulit mengelupas dan luka bakar, mengurangi penampakan garis halus dan kering sehingga tepat untuk digunakan sebagai base untuk make-up, membantu meredakan ruam popok pada bayi, dan banyak lainnya.

Mahnessa juga menegaskan, untuk mendapatkan manfaat yang optimal, produk ini harus digunakan dengan cara yang tepat, yaitu dengan memberikan pijatan-pijatan ringan ketika dioleskan ke daerah kulit yang ekstra kering hingga meresap sempurna.

“Kami berharap kehadiran Vaseline Repairing Jelly secara resmi di Indonesia dapat menjadi solusi bagi permasalahan kulit ekstra kering dan semakin memperkuat posisi Vaseline sebagai brand yang tidak hanya merawat, namun kini juga memperbaiki berbagai masalah kulit,” jelas Mahnessa.

Adapun Dr. dr Tjut Nurul Alam Jacoeb Sp. KK (K), seorang Spesialis Kulit dan Kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerangkan, bahwa iklim tropis di Indonesia mengakibatkan temperatur udara lebih hangat dan pancaran sinar matahari lebih kuat, sehingga banyak orang cenderung mencari ruangan yang lebih dingin untuk berlindung.

Padahal ruangan berpendingin tersebut dapat memicu masalah kulit kering. Belum lagi, gaya hidup dan kebiasaan kita sehari-hari juga tak luput menjadi faktor penyebab kulit kering.

“Akhirnya, kulit kering menjadi salah satu masalah yang paling sering dialami masyarakat Indonesia, pria maupun wanita,” jelas dia.

Ditambahkan, gaya hidup dan kebiasaan yang kita lakukan memang sangat memengaruhi kondisi kulit. Misalnya, saat kurang minum air putih atau terpapar AC dalam waktu yang lama, maka kulit akan mengalami dehidrasi sehingga kulit menjadi lebih kasar dan bersisik.

Kondisi serupa juga terjadi pada bibir, dimana kebiasaan menjilat bibir secara berulang-ulang atau mengupas kulit mati di bibir dapat membuat bibir menjadi kering.

“Contoh lainnya, mobilitas tinggimasyarakat perkotaan dapat menyebabkan friksi berlebihan pada telapak kaki, yang akhirnya mengakibatkan kulit tumit menjadi kering dan pecah-pecah. Ditambah lagi rutinitas harian lainnya seperti mencuci dengan deterjen terlalu sering atau terlalu lama tanpa menggunakan sarung tangan atau sering berjalan tanpa alas kaki, yangseringkali menyebabkan kulit tangan dan kaki menjadi kering bahkan mengelupas,” lanjut dr. Tjut Nurul.

Kondisi-kondisi seperti ini, sambungnya, dapat dikategorikan sebagai permasalahan kulit ekstra kering. Sebagai perbandingan, kulit ekstra kering dapat jelas terlihat dari penampakannya seperti mengelupas dan pecah-pecah, sementara kulit kering hanya dapat dirasakan jika kita menyentuh permukaan kulit.

Untuk kondisi kulit ekstra kering, dibutuhkan perawatan kulit yang lebih ekstensif danadvanced karena untuk mengatasinya tidak cukup dengan menggunakanlotionatau pelembap biasa.

Sangat disayangkan bahwa masih banyak orang yang menganggap sepele permasalahan kulit ekstra kering. Padahal, apabila tidak segera diperbaiki, kulit yang ekstra kering dapat menyebabkan gatal dan kemerahan di permukaan kulit. Karena gatal, akhirnya kita terpicu untuk menggaruk area yang ekstra kering tersebut dan menyebabkan luka.

“Hal ini rentan memicu terjadi infeksi sekunder karena bakteri dari kuku yang kotor dapat masuk melalui luka tadi,” tandasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: