Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

The Cancer Center Ungkap Terobosan Baru Dalam Pengobatan Kanker

123
foto : istimewa

Jakartakita.com – Dalam rangka menyambut Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari mendatang, The Cancer Centre, salah satu layanan klinik medis unggulan yang tergabung dalam Singapore Medical Group (SMG), menyelenggarakan media gathering yang membahas mengenai teknologi pengobatan revolusioner terbaru untuk penyakit kanker, yaitu Immunotherapy dan Targeted Therapy.

Arifin Ng selaku Senior Vice President of Singapore Medical Group menjelaskan, dengan jaringan layanan kesehatan yang melibatkan lebih dari 25 bidang spesialisasi medis, SMG memiliki sederetan klinik medis untuk mendukung kesehatan masyarakat, termasuk The Cancer Centre, yang merupakan salah satu layanan unggulan.

“Klinik ini didedikasikan untuk menyediakan konsultasi lengkap dan pengobatan terkini untuk berbagai penyakit kanker oleh tim ahli Onkologi, perawat dan konselor yang berkualifikasi tinggi. Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, dan nomor tujuh di Indonesia,” kata Arifin, di Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Ditambahkan, di tahun 2013 saja, prevalensi penyakit kanker sudah mencapai 0,14% (347.792 orang) dari total populasi penduduk.

Selain itu, berdasarkan prediksi World Health Organization (WHO), pada tahun 2030 mendatang, jumlah penderita kanker di Indonesia akan meningkat tujuh kali lipat.

“Kanker paru, hati, usus, kolorektal, payudara dan serviks adalah beberapa jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia,” katanya lagi.

Sementara itu, Dr. Wong Seng Weng selaku ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis dari The Cancer Centre, SMG mengungkapkan, bahwa sel kanker dapat dibedakan dari sel normal berdasarkan sejumlah karakteristik morfologi, perilaku, dan genetiknya.

Sel kanker memiliki perkembangan yang abnormal, dapat menyebar dan menyerang sel normal lain layaknya ‘teroris’, dan sel ini tidak memiliki waktu tenggat hidup. Jika sel teroris ini sudah menyebar ke organ-organ lain, pemberantasan penyakit kanker secara tuntas sangat sulit dicapai.

Lebih rinci dijelaskan, secara garis besar, terdapat empat tipe pengobatan kanker: Operasi, terapi radiasi, kemoterapi dan terapi hormon.

Kemoterapi sangat umum dilakukan pada pasien kanker karena terapi ini sangat ampuh dalam menyasar sel kanker yang sudah menyebar. Namun, kemoterapi dapat ikut membunuh sel normal yang sehat selain sel kanker, sehingga menimbulkan efek samping tertentu, seperti Alopecia, Neutropenia dan dalam beberapa kasus langka, Cardiotoxicity.

Baru-baru ini, penelitian dalam hal pengobatan kanker menemukan terobosan baru yang mampu membedakan antara sel kanker dan sel normal yang sehat dalam tubuh. Hal ini menandai evolusi terbaru dalam terapi kanker, yaitu Immunotherapy dan Targeted Therapy.

Immunotherapy adalah pengobatan terbaru yang dapat mengungkap sel kanker – yang sering kali terselubung di antara sel normal yang sehat – untuk kemudian membidik dan menghancurkannya.

Immunotherapy tidak digunakan untuk memperkuat sistem imun, namun untuk membantunya mengidentifikasi sel kanker sehingga dapat menyerangnya. Dengan kata lain, Immunotherapy bekerja untuk mengungkap penyamaran sel kanker yang mengacaukan sistem imun.

“Ada sistem pemberi sinyal yang digunakan oleh sel normal untuk memberi tahu sistem imun agar tidak menyerang mereka. Sebaliknya, sistem pemberi sinyal yang sama juga digunakan untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker,” terang Dr. Wong.

Adapun Targeted Therapy, lanjut dia, merupakan pengobatan yang menggunakan obat yang didesain khusus untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker dari jenis kanker yang spesifik – di level molekuler – dengan ‘mematikan’ sinyal pertumbuhan sel kanker yang dapat memicu perkembangbiakan sel.

Pengobatan ini dinilai efektif karena obat yang digunakan hanya terfokus pada sel yang telah teridentifikasi memiliki potensi kanker, sehingga sel normal yang sehat tidak terkena dampak dari kemoterapi.

Hasilnya, pengobatan ini dapat membantu memperpanjang kelangsungan hidup para penderita kanker payudara dengan status ‘HER2 Positif’ sampai dengan 5 tahun.

Dr. Wong menambahkan,  tipe Targeted Therapy seperti erlotinib dan gefitinib bekerja lebih baik pada pasien Asia, wanita dan non-perokok. Pasien yang menjalani terapi ini juga mengalami efek samping yang lebih rendah, menjadikannya ideal sebagai terapi perawatan jangka panjang untuk mengontrol sel kanker.

“Dengan edukasi yang meluas mengenai perkembangan teknologi pengobatan yang revolusioner ini, diharapkan masa depan pengobatan penyakit kanker akan semakin cerah dan semakin banyak nyawa di dunia dapat terselamatkan dari penyakit ini,” tandasnya.  (Edi Triyono)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: