Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Indika Energy Raih Laba Inti Sebesar USD 94,5 Juta di Tahun 2017

176
foto : istimewa

Jakartakita.com – Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, merilis
Laporan Keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember  2017.

Dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com di Jakarta, Selasa (20/03/218), disebutkan bahwa Indika Energy mencatat Laba Inti sebesar USD 94,5 juta sepanjang tahun  2017.

Peningkatan kinerja anak-anak perusahaan, konsolidasi Kideco Jaya Agung (Kideco) sebagai anak perusahaan, dan membaiknya harga batubara, turut mendongkrak kinerja Indika Energy secara keseluruhan.

“Tahun 2017 merupakan titik balik kinerja Indika Energy ke zona positif. Sejalan dengan peningkatan pendapatan dan penurunan biaya, Indika Energy terus membangun bisnis sesuai strategi jangka panjangnya dan meneruskan momentum ini dengan fokus mengoptimalkan operasi Kideco dan  membangun sinergi dengan anak-anak perusahaan lainnya seperti Petrosea  dan Mitrabahtera Segara Sejati,” tutur Arsjad Rasjid, Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy.

Dijelaskan, pada tahun 2017, Indika Energy berhasil membukukan Pendapatan sebesar USD 1.098,8 juta, atau meningkat 41,7% dibandingkan USD 775,2 juta pada tahun sebelumnya.

Peningkatan pendapatan terutama berasal dari pendapatan Tripatra yang meningkat 26,5% dari pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) di beberapa proyek seperti proyek Tangguh dan penyelesaian proyek pembangunan Floating Production Unit (FPU) untuk lapangan Jangkrik.

Adapun pendapatan Petrosea juga meningkat 21,7% berkat meningkatnya kinerja di bidang kontrak pertambangan. Pendapatan dari usaha perdagangan batubara dan beroperasinya perusahaan tambang batubara Multi Tambangjaya Utama (MUTU) secara penuh juga berdampak positif terhadap kenaikan pendapatan Indika Energy.

Selain itu, Perseroan juga mengkonsolidasi pendapatan Kideco sejak bulan Desember 2017 dengan selesainya transaksi akuisisi tambahan 45% saham Kideco sehingga Indika Energy menjadi pemegang saham mayoritas di Kideco dengan total kepemilikan 91% saham.

Sementara itu, Laba Kotor perseroan di tahun 2017 meningkat 38,6% menjadi USD 122,9 juta dibanding USD 88,7 juta di tahun 2016. Laba Usaha meningkat menjadi USD 34,1 juta dibanding Rugi Usaha sebesar USD 10,1 juta di tahun sebelumnya.

Turunnya Beban Penjualan, Umum dan Administrasi sebesar 10,1% menjadi USD 88,8 juta dari USD 98,8 juta di tahun 2016 juga membawa dampak positif.

Lebih lanjut disebutkan, Beban Keuangan Perseroan pada tahun 2017 meningkat 27,3% menjadi USD 76,9 juta dibanding USD 60,4 juta pada tahun 2016 karena percepatan pembebanan amortisasi biaya penerbitan obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2018 setelah dilakukan pembayaran lebih awal terhadap obligasi ini.

Selain itu, peningkatan juga disebabkan beban bunga dari penerbitan obligasi baru Perseroan sebesar USD 575,0 juta, serta biaya penerbitan obligasi dan biaya pendanaan akuisisi di tahun 2017.

Faktor penting dalam peningkatan laba Indika Energy dikontribusikan oleh Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi dan Pengendalian Bersama Entitas yang meningkat drastis sebesar 129,0% menjadi USD 136,2 juta yang sebagian besar dikontribusikan oleh Kideco.

Sebagai perusahaan asosiasi dengan kepemilikan Perseroan sebesar 46% pada Januari hingga November 2017, Kideco mencatat laba bersih sebesar USD 272,2 juta selama 11 bulan tersebut, sebelum akhirnya menjadi anak perusahaan terkonsolidasi penuh pada Desember 2017. Sebagai hasilnya, Perseroan membukukan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar USD 335,4 juta dibanding Rugi USD 67,6 juta di tahun 2016.

Juga perlu diketahui, bahwa pada tahun 2017, terdapat beberapa hal yang bersifat non-rutin (one-off item) seperti keuntungan dari penilaian kembali investasi 46% saham Perseroan di Kideco yang dimiliki sejak tahun 2004 (41%) dan 2006 (tambahan 5%) yaitu sebesar USD 384,2 juta, amortisasi bersih atas aset tidak berwujud terkait akuisisi tambahan saham di Kideco dan MUTU, serta kerugian bersih atas penurunan nilai aset MUTU.

Dengan memperhitungkan hal-hal ini, Perseroan mencatat Laba Inti sebesar USD 94,5 juta pada 2017 dibanding Rugi Inti USD 43,3 juta pada 2016.

Pada akhir tahun 2017, posisi kas, setara kas dan aset keuangan lain Perseroan mencapai USD 729,0 juta.  (Edi Triyono)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: