Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Selain Ramah Lingkungan, Kemasan Styrofoam Juga Aman Jika Terkena Kontak Dengan Makanan

198
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com –  Pemakaian kemasan makanan berbahan busa Polistirena atau dikenal dengan Styrofoam, masih menjadi isu hangat di Indonesia.

Pasalnya, produk kemasan tersebut sering kali dianggap mencemarkan lingkungan dan berbahaya digunakan sebagai pembungkus makanan.

Terkait hal ini, Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc, Ph.D selaku dosen ITB dan juga tenaga ahli LAPI ITB mengungkapkan, masih banyak orang yang tidak dapat membedakan antara Stirena dengan Polistirena.

Dijelaskan, Polistirena merupakan bahan utama Styrofoam yang ternyata aman, murah dan ramah lingkungan. Bahkan, sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya sebagai wadah makanan organik. Produk ini dibentuk dari karbon, oksigen, dan hidrogen. Komposisi plastik di dalamnya pun hanya 5-10 %, selebihnya adalah udara.

“Kedua zat ini ibarat karbon dan berlian. Seperti halnya karbon, Stirena adalah zat kimia, sedangkan Polistirena selayaknya berlian yang terbentuk dari karbon, adalah hasil olahan dari Stirena, yang aman untuk digunakan,” jelas Ir. Akhmad Zainal Abidin dalam diskusi bertajuk ‘The Economic And Environmental Facts of PS Foam – How Food Packaging is Made’ di Karawang, Rabu (02/5/2018).

Ditambahkan, Styrofoam merupakan kemasan makanan yang berbahan busa Polistirena dan mengandung 90-95% udara dan selebihnya adalah Stirena. Adapun residu Stirena yang terpapar ke makanan pun dalam batas yang sangat aman, yakni 10-45 ppm sedangkan batas standard aman BPOM & WHO adalah 5,000 ppm.

“Faktanya, ketika melihat proses produksi, General Purpose Polystyrene (GPPS) Foam sama sekali tidak menghasilkan limbah apapun, sebab sisa bahan produksi dapat digunakan kembali 100% menjadi produk baru,” terang Ir. Akhmad.

foto : jakartakita.com/edi triyono

Mengenai GPPS Foam, lanjutnya, bahwa kemasan makanan berbahan Polistirena dapat didaur-ulang langsung menjadi aneka produk lainnya.

“Sudah saatnya masyarakat teredukasi dengan fakta ilmiah mengenai Polistirena, mulai dari dampak penggunaannya sebagai kemasan makanan, hingga dampak terhadap lingkungan,” lanjut Ir Akhmad.

Sementara itu, Wahyudi Sulistya selaku Director of Kemasan Group menjelaskan, bahwa kemasan makanan dari plastik dan Polistirena dapat didaur ulang langsung dan dapat dipecah kembali menjadi sebuah produk yang baru.

“Disinilah letak sustainability dari Polistirena. Semua sampah Polistirena dapat digunakan secara maksimal untuk menciptakan produk baru yang fungsional dan bernilai ekonomis,” terang dia.

Adapun PT Kemasan Cipta Utama yang memproduksi kemasan Polistirena, beroperasi di Pasuruan, Karawang, Makassar, dan Semarang.

Selain Polistirena busa, yang biasanya digunakan untuk memproduksi cooler box dan kemasan elektronik, perusahaan ini juga telah mengembangkan lebih banyak diferensiasi produk, dengan memproduksi Poly Ethylene Foam (PE Foam), Air Bubble Packaging, GPPS Food Containers, Polymer Mattress, dan produk turunan lainnya.

Menjadi spesialis dalam produk Polistirena busa selama beberapa tahun, Kemasan Cipta Group telah mengembangkan Polistirena busa yang terbuat dari General Purpose Polystyrene (GPPS) untuk wadah makanan seperti: kotak makan siang, nampan makanan, dan barang-barang lainnya seperti piring dan mangkuk.

Lebih lanjut ditegaskan, GPPS serta HIPS (High Impact Polystyrene) adalah bahan food grade yang aman jika terkena kontak dengan makanan. Pasalnya, 95% dari kemasan PS Foam adalah udara.

Adapun semua limbah Polistirena hanya bisa digunakan 5-10%, karena sisanya adalah udara.

foto : jakartakita.com/edi triyono

“Karena produk berbasis Polistirena mengapung di atas permukaan air, ia tidak menyebabkan banjir. Selain itu, 95% udara yang terkandung di dalam produk kemasan, membuatnya tidak bisa tenggelam dan tidak menyumbat saluran air,” jelas Zainal.

“Penyebab banjir adalah pengelolaan limbah yang buruk yang akhirnya menghasilkan penyumbatan di selokan,” sambungnya.

Ditambahkan, PT Kemasan Cipta Utama sendiri sudah diberikan lisensi oleh lembaga-lembaga verifikasi yang kredibel milik pemerintah, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Dan hasilnya, General Purpose Polystyrene foam (GPPS Foam) atau yang biasa dikenal sebagai ‘Styrofoam’ dianggap memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai kemasan makanan; yang artinya, PS Foam memang layak untuk digunakan dan aman untuk kesehatan,” pungkasnya.  (Edi Triyono)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: