Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Modalku Salurkan Pinjaman Sebesar Rp 2 Triliun ke UMKM di Asia Tenggara

1,593
foto : istimewa

Jakartakita.com – Modalku, penyedia layanan peer-to-peer (P2P) lending, mengaku telah memberikan pinjaman sebesar lebih dari Rp 2 triliun ke lebih dari 7.000 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia sejak didirikan.

Prestasi ini dicapai pada bulan Juli 2018, hanya 6 bulan setelah Grup Modalku meraih total pencairan Rp 1 triliun bagi UMKM Asia Tenggara.

Menurut Sigit Aryo Tejo, selaku Head of Micro Business Modalku, di Indonesia, UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian Indonesia.

“Untuk itu, Modalku sangat bangga dapat mendukung perkembangan sektor ini. Melalui prestasi kami dalam 6 bulan terakhir, Modalku membuktikan komitmen untuk mendukung UMKM di Asia Tenggara dan khususnya di Indonesia. Rangkaian solusi arus kas kami diharapkan akan semakin memperluas jangkauan modal usaha bagi UMKM yang selama ini kurang terlayani oleh fasilitas pinjaman dari ekosistem keuangan yang sudah ada. Dengan berbagai solusi pembiayaan bagi UMKM, Modalku berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi perekonomian UMKM di Asia,” jelas Sigit dalam siaran pers, Rabu (15/8/2018).

Ditambahkan, dari total pencairan di Asia Tenggara, Modalku sendiri telah menyalurkan lebih dari Rp 1,1 triliun bagi UMKM Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Grup Modalku telah menjangkau jauh lebih banyak UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara selama 2018.

Sementara itu, untuk merangkul lebih banyak UMKM yang berpotensi, Modalku menyediakan berbagai solusi arus kas melalui produk Trade Finance untuk mengatasi tantangan keuangan utama yang dihadapi usaha kecil dan menengah di Indonesia, yaitu siklus kas.

Terkait hal ini, belum lama ini, Studi Deloitte dan Visa terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di ASEAN mengungkapkan bahwa, pasar UKM di Indonesia didominasi oleh sektor perdagangan/trade (sebesar 27% dari total UKM tanah air).

Studi yang sama menemukan bahwa arus kas macet adalah permasalahan finansial nomor satu bagi UKM Indonesia. Tantangan terberat selanjutnya adalah terkait penagihan invoice ke pelanggan, di mana 22-26% dari tagihan akan dilunasi secara terlambat.

Menurut Sigit, permasalahan arus kas inilah yang dapat diatasi dengan produk Trade Finance Modalku.

“Rangkaian produk ini merupakan pembiayaan modal tambahan bagi UMKM dalam menjalankan rantai bisnisnya, baik dalam proses invoice di antara UMKM dengan klien/pelanggannya atau terkait pembiayaan di antara UMKM dan supplier/penyedia barangnya,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, suatu bisnis, terutama usaha kecil, selalu membutuhkan arus kas yang lancar agar operasional usaha maksimal. Apabila pendapatan UMKM sering terlambat dilunasi oleh pelanggannya, maka perputaran kas usaha akan terkena dampak negatif.

Bagi bisnis di sektor perdagangan (trade sector) yang secara konsisten membutuhkan persediaan barang dari supplier, tagihan supplier yang harus segera dibayar bisa memacetkan arus kas apabila UMKM memerlukan kas yang ada untuk menjalankan proyek bisnis.

“Dua kesulitan arus kas ini merupakan tantangan UMKM yang bisa diselesaikan oleh produk-produk Trade Finance Modalku,” ujar Sigit.

Sejak berdiri, Modalku telah meraih Pendanaan Seri A dan Seri B terbesar bagi platform P2P lending di Asia Tenggara, masing-masing sebesar Rp 100 miliar dan Rp 350 miliar.

Pendanaan Seri B Modalku, yang diumumkan April 2018, didukung oleh SoftBank Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures Indonesia, serta Golden Gate Ventures.

Modalku sendiri telah menerima berbagai prestasi di tahun 2018, termasuk dipercaya sebagai salah satu partisipan di Konferensi Internasional NextICorn (Next Indonesian Unicorns) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia dan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo).  (Edi Triyono)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: